Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Yusfida Mariatul Husna, STUDI KESESUAIAN HABITAT BERANGAN (CASTANOPSIS SPP.) MENGGUNAKAN PEMODELAN MAXIMUM ENTROPY DI STASIUN PENELITIAN SORAYA, KAWASAN EKOSISTEM LEUSER. Banda Aceh Fakultas MIPA (S2),2025

Sebagai genus yang berperan penting secara ekologis di hutan tropis, keberadaan berangan (castanopsis spp.) saat ini semakin terancam oleh hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan. beberapa spesies dalam genus ini adalah tumbuhan asli indonesia yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi. sayangnya, keterbatasan informasi mengenai sebaran dan kesesuaian habitatnya masih menjadi tantangan utama dalam merancang strategi konservasi yang tepat dan berkelanjutan bagi berangan. oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan kesesuaian habitat berangan di stasiun penelitian (sp) soraya, kawasan ekosistem leuser (kel) dengan pendekatan maximum entropy (maxent). model dibangun menggunakan delapan variabel lingkungan yang telah diseleksi berdasarkan uji multikolinearitas meliputi elevasi, kemiringan lereng, jarak dari sungai, suhu rata-rata, curah hujan tahunan, indeks vegetasi (ndvi), indeks kelembapan tanah (smi), dan kandungan fosfor yang tersedia dalam tanah (p-tersedia). data keberadaan spesies dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan selama periode 2024 hingga 2025. hasil menunjukkan bahwa elevasi merupakan variabel lingkungan yang paling berpengaruh dengan kontribusi sebesar (54,5%) untuk castanopsis spp. dan (54,6%) untuk c. argentea. kinerja model dinilai sangat baik dengan nilai auc sebesar 0,876 untuk castanopsis spp. dan 0,879 untuk c. argentea. habitat dengan tingkat kesesuaian tinggi bagi berangan di kawasan hutan sp soraya mencakup area seluas 33.73 ha untuk castanopsis spp. dan 32.56 ha untuk c. argentea. kata kunci: castanopsis spp., maxent, kesesuaian habitat, stasiun penelitian soraya



Abstract

Castanopsis spp., a genus of ecological importance in tropical forest ecosystems, is increasingly threatened by habitat loss due to land-use change. Several species within this genus are native to Indonesia and hold both ecological and economic value. However, the lack of comprehensive data on their distribution and habitat preferences presents a major challenge in developing effective and sustainable conservation strategies. This study aimed to assess habitat suitability for Castanopsis spp. at the Soraya Research Station (RS) within the Leuser Ecosystem using the Maximum Entropy (MaxEnt) modelling approach. Eight uncorrelated environmental variable were used in the model selected through multicolinearity analysis elevation, slope, distance to river, mean temperature, annual rainfall, Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Soil Moisture Index (SMI), and available phosphorus content in soil. Species occurrence data were obtained from direct field observations conducted between 2024 and 2025. The model identified elevation as the most influential variable, contributing 54,5% to the distribution of Castanopsis spp. and 54,6% to C. argentea. The MaxEnt model showed high predictive performance with AUC values of 0,876 for Castanopsis spp. and 0,879 for C. argentea. The highly suitable habitat for chestnut (Castanopsis spp.) within the Soraya RS forest area covers 33.73 hectares for Castanopsis spp. and 32.56 hectares for C. argentea. Keyword: Castanopsis spp., MaxEnt, habitat suitability, Soraya Research Station



    SERVICES DESK