Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Amanda Ridwan, ANALISIS WILLINGNESS TO PAY (WTP) PENGUNJUNG TERHADAP UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN DI TAMAN WISATA ALAM (TWA) PULAU WEH. Banda Aceh Fak. Pertanian,2025

Provinsi aceh memiliki berbagai kawasan wisata alam yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan. salah satu kawasan tersebut adalah taman wisata alam (twa) pulau weh yang berada di kecamatan sukamakmue, kota sabang. twa pulau weh dikenal memiliki daya tarik wisata bahari yang tinggi, terutama di pantai iboih yang menawarkan keindahan bawah laut serta aktivitas snorkeling dan diving yang populer di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. namun, hingga kini belum terdapat mekanisme kontribusi finansial sukarela dari pengunjung untuk mendukung pelestarian lingkungan di kawasan tersebut. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesediaan membayar (willingness to pay/wtp) pengunjung terhadap upaya pelestarian lingkungan di twa pulau weh serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. penelitian ini menggunakan metode contingent valuation method (cvm) dengan pendekatan bidding game. jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 229 orang yang dipilih melalui teknik accidental sampling. analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda untuk melihat pengaruh variabel usia, pekerjaan, pendapatan, jumlah tanggungan, pendidikan, dan pengetahuan lingkungan terhadap nilai wtp. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai wtp pengunjung adalah sebesar rp67.672,49/orang/kunjungan, dengan total wtp dari seluruh responden sebesar rp15.497.000. nilai rata-rata wtp/orang/kunjungan yang didapatkan lebih tinggi dibandingkan studi-studi sejenis yang dilakukan di kawasan konservasi lainnya. faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap nilai wtp adalah pekerjaan, pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, dan pengetahuan lingkungan. penelitian ini memberikan gambaran awal besaran kontribusi yang bersedia dikeluarkan pengunjung untuk lingkungan. harapannya, hasil ini dapat menjadi acuan awal bagi pengelola kawasan, ngo, dan pemerintah daerah dalam menyusun strategi kolaboratif untuk konservasi yang berkelanjutan, seperti rehabilitasi terumbu karang, edukasi lingkungan, dan pengelolaan sampah pesisir.



Abstract

The Aceh Province has various natural tourism areas with potential for sustainable development. One of these areas is the Weh Island Nature Park (Taman Wisata Alam/TWA) located in Sukamakmue District, Sabang City. Weh Island Nature Park is well known for its high marine tourism appeal, especially Iboih Beach, which offers stunning underwater scenery along with snorkeling and diving activities popular among both domestic and international tourists. However, to date, there has been no voluntary financial contribution mechanism from visitors to support environmental conservation in the area. This study aims to determine visitors' willingness to pay (WTP) for environmental conservation efforts in Weh Island Nature Park and to analyze the factors that influence it. The study used the Contingent Valuation Method (CVM) with a Bidding Game approach. The total number of respondents was 229, selected using accidental sampling. Data were analyzed using multiple linear regression to assess the influence of variables such as age, occupation, income, number of dependents, education, and environmental knowledge on WTP value. The results showed that the average WTP of visitors was IDR 67,672.49 per person per visit, with a total WTP of IDR 15,497,000 from all respondents. The average WTP per person per visit obtained in this study is higher than those reported in similar studies in other conservation areas. Significant factors influencing WTP include occupation, education, number of dependents, and environmental knowledge. This research provides an initial picture of the potential financial contribution visitors are willing to make for environmental purposes. It is expected that these findings will serve as a reference for park managers, NGOs, and local governments in formulating collaborative strategies for sustainable conservation, such as coral reef rehabilitation, environmental education, and coastal waste management.



    SERVICES DESK