Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang mampu merusak protein, lipid, dan dna, sehingga dapat menyebabkan stres oksidatif, yang berperan terhadap munculnya penyakit degenerative seperti kanker dan gangguan pada pembuluh darah. antioksidan berperan menetralkan radikal bebas dengan cara mendonorkan elektron, sehingga molekul menjadi stabil. tanaman melinjo (gnetum gnemon l.) telah dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol, etil asetat, dan n-heksana cangkang buah melinjo yang dipanen dari desa titeu, kabupaten pidie, provinsi aceh, yang dinyatakan dalam nilai ic50 serta dikatagorikan berdasarkan antioxidant activity index (aai). selain itu, dilakukan identifikasi senyawa kimia pada ekstrak dengan aktivitas tertinggi. metode yang dilakukan ialah ekstraksi menggunakan maserasi dengan pelarut metanol, serta fraksinasi menggunakan metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut etil asetat dan n-heksana. skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif menggunakan reagen spesifik. uji aktivitas antioksidan menggunakan metode reduksi radikal 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (dpph) dengan vitamin c sebagai baku pembanding, serta identifikasi kandungan senyawa aktif menggunakan instrument gc-ms. hasil menunjukan rendemen ekstrak metanol (emcm), etil asetat (eecm), n-heksana (encm) cangkang melinjo secara berurutan ialah sebesar 14,56%; 13,82%; 8,31%. kandungan metabolit sekunder pada emcm yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid; pada eecm yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid; pada encm yaitu saponin dan steoroid. nilai aktivitas antioksidan pada emcm, eecm, dan encm berdasarkan nilai ic50 sebesar 51,162 µg/ml (aai : sedang); 3,34 µg/ml (aai : sangat kuat); 20,00 µg/ml (aai : kuat), yang dikatagorikan dalam antioxidant activity index (aai). eecm merupakan ekstrak memiliki aktivitas antioksidan terkuat. analisis gc-ms menunjukan kandungan metabolit pada eecm, diantaranya : golongan steroid seperi ꞵ-sitosterol (4,61%) , asam lemak tidak jenuh seperti 6-octadecenoic acid (5,17%), dan fenol turunan seperti phenol, 4,4’-(tetrahydro-1h,3h-furo[3,4-c]furan-1,4-diyl)bis[2- methoxy-] (10,13%). temuan ini mengungkapkan bahwa cangkang buah melinjo berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber antioksidan alami. kata kunci : antioksidan, cangkang melinjo, dpph, gnetum gnemon l.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK CANGKANG MELINJO (GNETUM GNEMON L.). Banda Aceh Fakultas MIPA Farmasi,2025
Baca Juga : UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BIJI MELINJO (GNETUM GNEMON L.) (MAISARAH, 2025)
Abstract
Free radicals are unstable molecules that can damage proteins, lipids, and DNA, potentially leading to oxidative stress, which contributes to the development of degenerative diseases such as cancer and vascular disorders. Antioxidants act by neutralizing free radicals through electron donation, thereby stabilizing the molecules. Gnetum gnemon L. (melinjo) has been reported to possess strong antioxidant activity. This study aimed to determine the antioxidant activity of methanol, ethyl acetate, and n-hexane extracts of melinjo fruit shells collected from Titeu Village, Pidie Regency, Aceh Province, expressed as IC₅₀ values and classified based on the Antioxidant Activity Index (AAI). In addition, chemical compounds in the extract with the highest antioxidant activity were identified. Extraction was conducted via maceration using methanol as a solvent, followed by liquid-liquid partitioning with ethyl acetate and n- hexane. Phytochemical screening was performed qualitatively using specific reagents. Antioxidant activity was evaluated using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) radical reduction method with vitamin C as a reference standard, and compound identification was carried out using GC-MS instrumentation. The yields of methanol extract (EMCM), ethyl acetate extract (EECM), and n-hexane extract (ENCM) were 14.56%, 13.82%, and 8.31%, respectively. Secondary metabolite analysis revealed that EMCM and EECM contained alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and triterpenoids, while ENCM contained saponins and steroids. The antioxidant activities of EMCM, EECM, and ENCM, based on IC₅₀ values, were 51.162 µg/mL (AAI: moderate), 3.34 µg/mL (AAI: very strong), and 20.00 µg/mL (AAI: strong), respectively. EECM exhibited the strongest antioxidant activity. GC-MS analysis of EECM revealed the presence of metabolites including steroids such as β-sitosterol (4,61%), unsaturated fatty acids such as 6-octadecenoic acid (5,17%), and phenolic derivatives such as phenol, 4,4’-(tetrahydro-1H,3H-furo[3,4-c]furan-1,4-diyl)bis[2- methoxy-] (10,13%). These findings suggest that melinjo fruit shells have strong potential to be developed further as a natural antioxidant source. Keywords: Antioxidant, Melinjo Shell, DPPH, Gnetum gnemon L.