Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Mutuahdiyansyah, ANALISIS KENDALA PELAKSANAAN SERTIFIKASI HALAL PADA UMKM DIMSUM DI BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2025

Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, memiliki kebutuhan yang tinggi akan produk halal, terutama dalam sektor makanan. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala pelaksanaan sertifikasi halal pada umkm dimsum di banda aceh. sertifikasi halal menjadi wajib bagi berbagai produk, termasuk makanan dan minuman, sesuai dengan undang-undang no. 33 tahun 2014. namun, banyak umkm dimsum di banda aceh menghadapi tantangan dalam memperoleh sertifikasi halal, seperti kurangnya pemahaman, biaya yang tinggi, dan prosedur administrasi yang rumit. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan root cause analysis dan problem tree analysis untuk mengidentifikasi akar masalah dan merumuskan solusi. data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemilik umkm dimsum yang belum memiliki sertifikasi halal. hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama adalah kurangnya pemahaman dan kesadaran pelaku usaha, kurangnya sosialisasi dari pemerintah, serta skala usaha yang kecil. rekomendasi utama adalah meningkatkan sosialisasi dan edukasi, memberikan bantuan keuangan, serta menyederhanakan proses sertifikasi. dengan upaya bersama ini, diharapkan umkm dimsum di banda aceh dapat lebih mudah mendapatkan sertifikasi halal dan berkembang secara berkelanjutan.



Abstract

Indonesia, as a country with the largest Muslim population in the world, has a high demand for halal products, especially in the food sector. This study aims to analyze the obstacles to the implementation of halal certification in dimsum MSMEs in Banda Aceh. Halal certification is mandatory for various products, including food and beverages, in accordance with Law No. 33 of 2014. However, many dimsum MSMEs in Banda Aceh face challenges in obtaining halal certification, such as lack of understanding, high costs, and complicated administrative procedures. This study uses a qualitative method with a root cause analysis and problem tree analysis approach to identify the root of the problem and formulate solutions. Data were obtained through in-depth interviews with dimsum MSME owners who do not yet have halal certification. The results of the study indicate that the main obstacles are the lack of understanding and awareness of business actors, lack of socialization from the government, and small business scale. The main recommendations are to increase socialization and education, provide financial assistance, and simplify the certification process. With this joint effort, it is hoped that dimsum MSMEs in Banda Aceh can more easily obtain halal certification and develop sustainably.



    SERVICES DESK