Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang seluruh atau salah satu bagian dari tumbuhan mengandung senyawa aktif yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit dan juga mempunyai manfaat bagi kesehatan. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data jenis tumbuhan obat yang diketahui dan biasa digunakan oleh masyarakat lokal dan mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang memiliki potensi bioprospeksi tinggi sebagai tumbuhan obat pada masyarakat lokal kabupaten bener meriah. penelitian ini menggunakan metode wawancara semi-struktural, dengan dengan responden yang dipilih secara purposive sampling. penentuan responden ditentukan melalui metode snowball sampling. sebanyak 48 spesies dari 30 famili tumbuhan obat tercatat berdasarkan data dari 162 responden yang menggunakan tumbuhan obat. tumbuhan obat yang paling banyak digunakan berasal dari famili zingiberaceae, yaitu sebanyak tujuh spesies. bagian tumbuhan yang paling sering digunakan adalah daun 44%, buah 22%, rimpang 12%, bunga 10%, umbi 4%, getah (4%), kulit kayu dan batang 2%. metode pengolahan yang paling umum digunakan adalah perebusan (53%), sedangkan penggunaan yang paling sering dilakukan adalah dengan diminum (68%). nilai use value (uv) tertinggi ditemukan pada cymbopogon citratus (0,79), piper betle l. (0,75), zingiber officinale (0,73), curcuma xanthorrhiza (0,71), dan clitoria ternatea (0,67). nilai relative frequency of citation (rfc) tertinggi terdapat pada zingiber officinale (0,64). berdasarkan perhitungan fidelity level (fl), 13 spesies tumbuhan menunjukkan nilai tertinggi dengan rata-rata fl sebesar 100%. spesies dengan nilai uv dan rfc yang tinggi mencerminkan pentingnya tumbuhan tersebut dalam praktik pengobatan tradisional dan menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk herbal. kata kunci: bioprospeksi, kabupaten bener meriah, tumbuhan obat.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
POTENSI BIOPROSPEKSI TUMBUHAN OBAT BERBASIS PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT KABUPATEN BENER MERIAH. Banda Aceh Fakultas mipa,2025
Baca Juga : PENGGUNAAN TUMBUHAN UNTUK PERAWATAN PASCA PERSALINAN SERTA UPAYA KONSERVASI DI KABUPATEN BENER MERIAH (Haira Mulyani, 2019)
Abstract
Medicinal plants are species in which all or part of the plant contains active compounds that can be used to treat diseases and promote health. This study aims to document the types of medicinal plants known and commonly used by the local community, and to identify species with high bioprospecting potential in Bener Meriah Regency. A semi-structured interview method was employed, with respondents selected using purposive sampling and identified through a snowball sampling technique. A total of 48 species from 30 plant families were recorded based on data from 162 respondents who use medicinal plants. The most widely used medicinal plants belong to the Zingiberaceae family, comprising seven species. The most frequently used plant part was the leaf (44%), followed by fruit (22%), rhizome (12%), flower (10%), tuber (4%), sap (4%), bark, and stem (2%). The most common method of preparation was boiling (53%), while the most frequent mode of administration was oral consumption (68%). The highest Use Value (UV) scores were recorded for Cymbopogon citratus (0.79), Piper betle L. (0.75), Zingiber officinale (0.73), Curcuma xanthorrhiza (0.71), and Clitoria ternatea (0.67). The highest Relative Frequency of Citation (RFC) was observed for Zingiber officinale (0.64). Based on Fidelity Level (FL) calculations, eleven plant species achieved the highest score, with an average FL of 100%. Species with high UV and RFC values reflect their significance in traditional medicinal practices and highlight their strong potential for development into herbal products. Keywords: Bioprospecting, Bener Meriah Regency, Medicinal Plants.
Baca Juga : ANALISIS PERILAKU PENGELOLAAN KEUANGAN PETANI KOPI DI KABUPATEN BENER MERIAH (Hanna Sajida Putri, 2024)