Sebelum kehadiran majelis al-hidayat di gampong peulanggahan, kecamatan kuta raja, kota banda aceh, keterlibatan jamaah perempuan dalam kegiatan keagamaan masih terbatas, dan pemahaman terhadap nilai-nilai keislaman belum berkembang secara optimal. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran majelis al-hidayat dalam mendorong perubahan perilaku keagamaan di kalangan jamaah perempuan serta strategi yang diterapkan dalam meningkatkan partisipasi mereka. penelitian ini menggunakan teori modal sosial dari robert d. putnam yang menekankan pentingnya kepercayaan, norma, dan jaringan sosial sebagai elemen pembentuk modal sosial yang dapat mendorong perubahan perilaku. metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis al-hidayat mampu meningkatkan pemahaman agama, partisipasi ibadah, serta mempererat hubungan sosial antarjamaah. kegiatan seperti pembacaan maulid, qasidah, dan kajian keislaman mendorong perubahan sikap religius jamaah dalam kehidupan sehari-hari. kebaruan dari penelitian ini adalah pendekatan majelis al-hidayat yang menggabungkan nilai keagamaan, kesenian islam, dan media sosial sebagai sarana perubahan yang lebih dekat dengan kehidupan perempuan saat ini. kata kunci: majelis al-hidayat, perubahan perilaku keagamaan, jamaah perempuan, teori modal sosial.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN MAJELIS TAKLIM DALAM PERUBAHAN PERILAKU JAMAAH PEREMPUAN (STUDI PADA MAJELIS AL-HIDAYAT GAMPONG PEULANGGAHAN KECAMATAN KUTA RAJA, KOTA BNADA ACEH). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik,2025
Baca Juga : ISOLASI DAN IDENTIFIKASI PSEUDOMONAS AERUGINOSA PADA KUCING DOMESTIK (FELIS CATUS DOMESTICUS) PENDERITA EAR MITES DI KECAMATAN KUTA RAJA (MUTIARA SANTRI, 2024)
Abstract
Before the establishment of Majelis Al-Hidayat in Gampong Peulanggahan, Kuta Raja District, Banda Aceh City, the involvement of female congregants in religious activities was still limited, and their understanding of Islamic values had not yet developed optimally. This study aims to examine the role of Majelis Al-Hidayat in encouraging changes in religious behavior among female congregants and the strategies implemented to increase their participation. This research employs Robert D. Putnam’s Social Capital Theory, which emphasizes the importance of trust, norms, and social networks as key elements of social capital that can drive behavioral change. A qualitative approach was used, with data collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that Majelis Al-Hidayat has succeeded in enhancing religious understanding, participation in worship, and strengthening social ties among congregants. Activities such as maulid recitations, qasidah performances, and Islamic study sessions have contributed to shifts in religious attitudes in daily life. The novelty of this study lies in Majelis Al-Hidayat’s approach that integrates religious values, Islamic arts, and social media as a means of transformation that resonates more closely with the lives of contemporary women. Keywords: Majelis Al-Hidayat, Religious Behavioral Change, Female Congregants, Social Capital Theory.
Baca Juga : PENGARUH MENONTON TALK SHOW DR OZ INDONESIA DI TRANS TV TERHADAP PERILAKU HIDUP SEHAT MASYARAKAT DI GAMPONG LAMPASEH KOTA KECAMATAN KUTA RAJA BANDA ACEH (Ade Riski Ferdian, 2016)