Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
SASMI JUITA, PENGARUH PENAMBAHAN ANTOSIANIN DARI EKSTRAK KUBIS UNGU TERHADAP SIFAT FUNGSIONAL FILM BIONANOKOMPOSIT DARI PATI AREN, KITOSAN DAN N-CQD KULIT BUAH NAGA SERTA APLIKASI PADA MONITORING KESEGARAN UDANG. Banda Aceh Fakultas KIP,2025

Penggunaan plastik sebagai kemasan makanan telah menimbulkan limbah yang sangat besar dan sulit terurai oleh mikroorganisme. salah satu alternatif ramah lingkungan adalah dengan membuat film bionanokomposit yang juga mampu memperpanjang umur simpan makanan. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi antosianin dari ekstrak kubis ungu (brassica oleracea l.) terhadap sifat fungsional film, meliputi analisis gugus fungsi menggunakan ftir, potensi ph responsive, antimikroba, antioksidan dan aplikasi pada monitoring kesegaran udang serta respon warna yang terjadi pada film. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan dianalisis secara statistik. analisis warna dilakukan dengan mengukur perubahan warna dan analisis ph responsive dilakukan dengan mengukur perubahan warna pada ph yang berbeda serta analisis pemantauan udang dilakukan dengan mengukur perubahan warna dengan parameter cielab serta menghitung ph udang selama masa penyimpanan. hasil analisis gugus fungsi menggunakan ftir mengidentifikasi pola puncak serapan pada o-h, c-h, c=c, c-n, c-o, c-o-c. analisis antioksidan menunjukkan peningkatan persentase inhibisi seiring penambahan antosianin yaitu 28,78-39,00%. sementara itu, analisis antimikroba menujukkan film dengan penambahan antosianin 15% memiliki daya hambat yang tertinggi yaitu 8,8 mm untuk bakteri escherichia coli dan 9 mm untuk bakteri staphylococcus aureus pada film yang ditambahkan 10% antosianin. hasil analisis warna meningkat seiring penambahan antosianin. hasil analisis ph responsive menunjukkan variasi antosianin dapat menjadi indikator ph sehingga dapat berubah pada berbagai ph. analisis pemantauan kesegaran undang menunjukkan bahwa film dapat mempertahankan kualitas udang selama penyimpanan hingga 144 jam dan terjadi perubahan warna film yang menunjukkan bahwa udang tersebut tidak layak dikonsumsi lagi. oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa film bionanokomposit berbasis pati aren, kitosan dan n-cqd kulit buah naga dengan penambahan antosianin dari ekstrak kubis ungu memiliki potensi sebagai bahan pengemas makanan yang ramah lingkungan dan mampu mempertahankan kesegaran udah selama masa penyimpanan.



Abstract

The use of plastic as food packaging has caused huge waste and is difficult to decompose by microorganisms. One environmentally friendly alternative is to make a bionanocomposite film that can also extend the shelf life of food. This study aims to analyze the effect of variations in anthocyanin concentration from purple cabbage extract (Brassica oleracea L.) on the functional properties of the film, including functional group analysis using FTIR, pH responsive potential, antimicrobial, antioxidant and application to shrimp freshness monitoring and color response that occurs in the film. This study uses quantitative methods and is analyzed statistically. Color analysis is carried out by measuring color changes and pH responsive analysis is carried out by measuring color changes at different pH levels and shrimp monitoring analysis is carried out by measuring color changes with CIELab parameters and calculating the pH of shrimp during storage. The results of functional group analysis using FTIR identified the absorption peak pattern at O-H, C-H, C=C, C-N, C-O, C-O-C. Antioxidant analysis showed an increase in the percentage of inhibition with the addition of anthocyanin, namely 28.78-39.00%. Meanwhile, antimicrobial analysis showed that the film with the addition of 15% anthocyanin had the highest inhibition power, namely 8.8 mm for Escherichia coli bacteria and 9 mm for Staphylococcus aureus bacteria on the film added with 10% anthocyanin. The results of the color analysis increased with the addition of anthocyanin. The results of the pH responsive analysis showed that the variation of anthocyanin can be an indicator of pH so that it can change at various pH. Freshness monitoring analysis showed that the film could maintain the quality of shrimp during storage up to 144 hours and there was a change in the color of the film indicating that the shrimp were no longer suitable for consumption. Therefore, it can be concluded that the bionanocomposite film based on palm starch, chitosan and N-CQD of dragon fruit skin with the addition of anthocyanins from purple cabbage extract has the potential as an environmentally friendly food packaging material and is able to maintain the freshness of shrimp during storage.



    SERVICES DESK