Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
SAHARA YULIS, KONDISI BIOMETRIK KERANG KIJING (PILSBRYOCONCCHA EXILIS) HASIL TANGKAPAN DARI PESISIR PANTAI PIDIE JAYA. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2025

Perikanan merupakan salah satu bidang usaha yang mampu membuat kesejahteraan nelayan di aceh. kerang kijing (pilsbryoconccha exilis) merupakan salah satu spesies dalam ekosistem air tawar. kondisi biometrik merupakan parameter penting dalam biologi perikanan yang dapat digunakan untuk menilai kesehatan, produktivitas, dan kondisi fisiologi organisme akuatik. secara keseluruhan biometrik kerang kijing bertujuan untuk mendukung pengelolaan sumberdaya perairan berkelanjutan menggunakan metode survey eksplorasi langsung secara random sampling. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kondisi biometrik dan kolerasi antara bobot total, bobot daging dan bobot cangkang pada kerang kijing. dari hasil penelitian ditemukan nilai korelasi antara berat total, berat isi dan berat cangkang, kerang tahu dari lokasi paloh cenderung memiliki nilai korelasi (r2) yang lebih rendah dibandingkan kerang kijing dari cot lheu rheng dan deah pangwa, dan nilai korelasi (r2) yang cenderung lebih tinggi yaitu di lokasi paloh, masing-masing nilai korelasi setiap lokasi penelitian yaitu: 0,11, 0,51, 0,58. bedasarkan nilai b diketahui bahwa kerang kijing dari ketiga lokasi penelitian memiliki pertumbuhan allometrik negative diketahui bahwa nilai b < 3 artinya pertumbuhan berat kerang tidak secepat pertumbuhan panjangnya.



Abstract

Fisheries is one of the business sectors that can improve the welfare of fishermen in Aceh. The Asian clam (Pilsbryoconchus exilis) is one of the species in freshwater ecosystems. Biometric conditions are an important parameter in fish biology that can be used to assess the health, productivity, and physiological condition of aquatic organisms. Overall, the biometrics of the Asian clam aim to support the management of sustainable water resources using direct exploratory survey methods through random sampling. This study aims to determine the comparison of biometric conditions and the correlation between total weight, meat weight, and shell weight in the Asian clam. The research findings revealed a correlation between total weight, flesh weight, and shell weight, with the clams from the Paloh location tending to have a lower correlation value (R2) compared to the clams from Cot Lheu Rheng and Deah Pangwa, and the correlation value (R2) that tends to be higher, which is at the Paloh location, with each study site's correlation values being: 0.11, 0.51, 0.58. Based on the value of b, it is known that the clams from the three research locations exhibit negative allometric growth with the value of b < 3, meaning that the weight growth of the clams is not as fast as their length growth.



    SERVICES DESK