Abstrak tingginya angka kasus manipulasi laporan keuangan dalam industri perbankan di indonesia menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya risiko kebangkrutan. praktik manajemen laba yang dilakukan oleh manajemen sering kali menyembunyikan kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya, sehingga mengganggu pengambilan keputusan oleh investor dan regulator. penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keahlian keuangan, konsentrasi kepemilikan, dan ukuran dewan direksi terhadap risiko kebangkrutan dengan manajemen laba sebagai variabel mediasi. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis jalur (path analysis), berdasarkan data perusahaan perbankan yang terdaftar di bursa efek indonesia, khususnya indeks jkbank15. hasil penelitian menunjukkan bahwa keahlian keuangan dan ukuran dewan tidak berpengaruh langsung terhadap risiko kebangkrutan, namun berpengaruh melalui manajemen laba. konsentrasi kepemilikan memiliki pengaruh signifikan baik secara langsung maupun tidak langsung. simpulan dari penelitian ini adalah bahwa manajemen laba berperan sebagai mekanisme penting dalam hubungan antara tata kelola perusahaan dan risiko kebangkrutan. penelitian berikutnya diharapkan dapat mengetahui pentingnya penguatan sistem pengawasan internal dan transparansi pelaporan keuangan untuk meminimalkan risiko kebangkrutan di sektor perbankan. kata kunci: keahlian keuangan, konsentrasi kepemilikan, ukuran dewan, manajemen laba, risiko kebangkrutan, perbankan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN MANAJEMEN LABA TERHADAP HUBUNGAN ANTARA KEAHLIAN KEUANGAN, KONSENTRASI KEPEMILIKAN DAN UKURAN DEWAN D I R E K S I TERHADAP RISIKO KEBANGKRUTAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA. Banda Aceh Fakultas Ekonomi dan Bisnis,2025
Baca Juga : PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA (Melda Hastuti, 2016)
Abstract
ABSTRACT The high number of cases of financial statement manipulation in the Indonesian banking industry raises concerns about the increasing risk of bankruptcy. Earnings management practices often conceal the company's true financial condition, thus distorting decisionmaking by investors and regulators. This study aims to examine the effect of financial expertise, ownership concentration, and board size on bankruptcy risk, with earnings management as a mediating variable. This study uses a quantitative approach with path analysis, based on data from banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange, specifically the JKBANK15 index. The results indicate that financial expertise and board size do not directly influence bankruptcy risk, but do influence it through earnings management. Ownership concentration has a significant influence both directly and indirectly. The conclusion of this study is that earnings management plays a crucial role in the relationship between corporate governance and bankruptcy risk. Future research is expected to examine the importance of strengthening internal control systems and transparency in financial reporting to minimize bankruptcy risk in the banking sector. Keywords: Financial Expertise, Ownership Concentration, Board Size, Earnings Management, Bankruptcy Risk, Banking.