Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
ALFA ULIMI, IDENTIFIKASI KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN KOMERSIL (STUDI KASUS : WEDRINK ULEE LHEUE, BANDA ACEH). Banda Aceh Fakultas Teknik,2025

Kenyamanan termal merupakan faktor penting dalam perancangan bangunan, terutama pada bangunan komersil yang digunakan oleh publik seperti kafe dan restoran. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kenyamanan termal pada bangunan wedrink ulee lheue, banda aceh, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. wedrink merupakan bangunan komersil tertutup yang sepenuhnya mengandalkan sistem pendingin udara (ac) tanpa adanya ventilasi alami atau jendela terbuka. pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan pengunjung dan staf, serta dokumentasi visual. hasil penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan termal di weddrink berada pada kategori cukup nyaman, tergantung pada performa sistem ac dan kepadatan pengunjung. ketika ac berfungsi optimal dan jumlah pengunjung tidak berlebih, suhu dan kelembapan ruang memenuhi standar kenyamanan termal berdasarkan ashrae 55. namun, beberapa area dapat terasa pengap apabila distribusi udara tidak merata atau kapasitas pendinginan tidak mencukupi. penelitian ini merekomendasikan evaluasi terhadap sistem pendingin dan penataan ruang untuk meningkatkan persebaran udara secara lebih merata. kata kunci : kenyamanan termal, bangunan komersil, sistem ac, wedrink banda aceh.


Baca Juga : PERENCANAAN ULEE LHEUE WATER LIFE PARK (Abu Bakar Djamil, 2015)


Abstract

Thermal comfort is a crucial factor in building design, particularly in commercial buildings used by the public, such as cafes and restaurants. This study aims to identify the level of thermal comfort in the Wedrink Ulee Lheue building in Banda Aceh using a qualitative approach. Wedrink is a closed commercial building that relies entirely on an air conditioning (AC) system without natural ventilation or open windows. Data collection was conducted through direct observation, semi-structured interviews with visitors and staff, and visual documentation. The results indicate that thermal comfort at Wedrink is considered moderately comfortable, depending on the performance of the AC system and visitor density. When the AC is functioning optimally and the number of visitors is not excessive, the room temperature and humidity meet the thermal comfort standards based on ASHRAE 55. However, some areas can feel stuffy if the air distribution is uneven or the cooling capacity is insufficient. This study recommends evaluating the cooling system and room layout to improve air distribution more evenly. Keywords: Thermal comfort, commercial building, AC system, Wedrink Banda Aceh.



    SERVICES DESK