Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
AZKIA RAHMAH, PENERAPAN MODEL REGRESI NONPARAMETRIK SPLINE TRUNCATED PADA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KELUARGA BERISIKO STUNTING DI KABUPATEN PIDIE JAYA. Banda Aceh Fakultas mipa,2025

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. kabupaten pidie jaya tercatat memiliki prevalensi stunting sebesar 37,8% pada tahun 2023, menempati posisi ketiga tertinggi di provinsi aceh dan melebihi rata-rata provinsi sebesar 31,2%. salah satu pendekatan yang digunakan untuk mempercepat penurunan stunting adalah dengan menganalisis faktor-faktor risiko pada tingkat keluarga, terutama keluarga yang masuk dalam kategori berisiko stunting. penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model regresi nonparametrik spline truncated guna memperoleh model terbaik berdasarkan nilai generalized cross validation (gcv) minimum serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah keluarga berisiko stunting di kabupaten pidie jaya. data yang digunakan merupakan data sekunder dari badan kependudukan dan keluarga berencana nasional (bkkbn) melalui portal pemutakhiran keluarga tahun 2023, yang mencakup 222 gampong dengan tujuh variabel prediktor. hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi titik knot (3, 1, 2, 3) menghasilkan model terbaik dengan nilai gcv sebesar 17,36, terdiri dari 17 parameter dan 9 titik knot, serta koefisien determinasi terkoreksi (adjusted r²) sebesar 98,30%. hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah keluarga yang tidak memiliki sumber air minum layak, tidak memiliki jamban layak, dan bukan peserta kb modern berpengaruh signifikan secara positif terhadap jumlah keluarga berisiko stunting. sementara itu, jumlah keluarga dengan istri hamil pada usia terlalu tua (35–40 tahun) menunjukkan pengaruh yang bervariasi pada interval tertentu.



Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that affects children's physical growth, cognitive development, and productivity in the future. In 2023, Pidie Jaya Regency recorded a stunting prevalence rate of 37.8%, ranking third highest in Aceh Province and eXceeding the provincial average of 31.2%. One approach used to accelerate stunting reduction is analyzing risk factors at the household level, particularly among families categorized as at risk of stunting. This study aims to apply the truncated spline nonparametric regression model to obtain the best model based on the minimum Generalized Cross Validation (GCV) value and to identify significant factors influencing the number of families at risk of stunting in Pidie Jaya Regency. The data used are secondary data from the National Population and Family Planning Board (BKKBN) through the 2023 Family Data Update, covering 222 villages with seven predictor variables. The analysis results showed that the best model was obtained with a knot combination of (3, 1, 2, 3), producing a GCV value of 17.36, consisting of 17 parameters and 9 knot points, and an adjusted coefficient of determination (adjusted R²) of 98.30%. The results also indicated that the number of families without access to safe drinking water, without proper sanitation, and those not participating in modern contraception programs had a significant positive effect on the number of families at risk of stunting. Meanwhile, the number of families with mothers who were pregnant at an older age (35–40 years) showed varying effects depending on the interval.



    SERVICES DESK