Aceh merupakan daerah yang memiliki warisan sejarah dan budaya yang sangat kaya, khususnya pada masa kejayaan kesultanan aceh. namun, minimnya fasilitas museum sejarah di banda aceh menjadi hambatan dalam pelestarian dan penyebaran informasi sejarah tersebut. perancangan museum kesultanan aceh ini bertujuan sebagai wadah edukasi, konservasi, dan rekreasi yang berfungsi mengangkat kembali nilai-nilai sejarah lokal. konsep arsitektur yang digunakan adalah pendekatan neo vernakular, yaitu penggabungan unsur tradisional dan modern untuk menciptakan desain bangunan yang kontekstual dan bermakna. museum ini diharapkan dapat menjadi ikon budaya serta sarana pembelajaran sejarah yang menarik dan informatif bagi masyarakat. kata kunci: museum, kesultanan aceh, arsitektur neo vernakular, sejarah, edukasi budaya
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANCANGAN MUSEUM KESULTHANAN ACEH DI BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2025
Baca Juga : MUSEUM ARSITEKTUR DI ACEH (HADANA SIWANGGI, 2020)
Abstract
Aceh is an area that has a very rich historical and cultural heritage, especially during the heyday of the Sultanate of Aceh. However, the lack of historical museum facilities in Banda Aceh is an obstacle in the preservation and dissemination of historical information. The design of the Aceh Sultanate Museum aims to be a place for education, conservation and recreation that functions to revive local historical values. The architectural concept used is the neo vernacular approach, which combines traditional and modern elements to create a contextual and meaningful building design. The museum is expected to become a cultural icon as well as an interesting and informative historical learning tool for the community. Keywords: Museum, Sultanate of Aceh, Neo Vernacular Architecture, History, Cultural Education
Baca Juga : MUSEUM KEHUTANAN TEMA : ARSITEKTUR HIJAU (Nila Sari, 2024)