Abstrak syalsabila farashazza. (2025). studi komparatif materi geografi sma dan ma pada kbk sampai kurikulum merdeka [skripsi. universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan dr. mirza desfandi, s.pd., m.soc.sc., dan dr. ahmad nubli gadeng, s.pd., m.pd. kurikulum terus berubah di indonesia, sejak awal kemerdekaan indonesia kurikulum telah mengalami perubahan sebanyak 12 kali dari tahun 1947 hingga saat ini. perubahan tersebut menuntut guru untuk terus beradaptasi dengan perubahan tersebut. penelitian ini bertujuan untuk membandingkan materi pelajaran geografi pada jenjang sma dan ma dari kurikulum berbasis kompetensi (kbk) hingga kurikulum merdeka. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat desktiptif dengan teknik pengumpulan data studi literatur dan wawancara mendalam, dan teknik analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru geografi yang telah mengalami perubahan lebih dari satu kurikulum. hasil penelitian menunjukkan bahwa seiring berjalannya waktu kurikulum geografi menjadi semakin kontekstual, relevan, dan berfokus pada penguatan karakter serta kemampuan berpikir spasial. kbk dan ktsp, materi geografi masih sangat berpusat pada penguasaan konsep dengan metode pengajaran yang bersifat satu arah. guru lebih banyak mengandalkan ceramah dan tes tertulis karena materi geografi masih sangat teoritis dan padat, kurikulum 2013 & revisi, guru mulai terbiasa menggunakan pendekatan saintifik dengan langkah 5m (mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan), sedangkan kurikulum merdeka pembelajaran geografi mengalami pendekatan yang lebih fleksibel dan inovatif. namun, keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini sangat bergantung pada kesiapan guru, mereka harus memahami kurikulum, menguasai teknologi, dan mendapatkan dukungan fasilitas memadai yang disediakan oleh sekolah dan pemerintah. penelitian ini merekomendasikan pihak terkait untuk perlu merancang kebijakan jangka panjang yang konsisten, adaptif, penyediaan program pelatihan komprehensif, pendampingan guru secara berkelanjutan di lapangan, serta melakukan evaluasi secara rutin terhadap kesiapan dan pelaksanaan kurikulum di berbagai sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran geografi di sekolah. kata kunci: studi komparatif, kurikulum, geografi, sma, ma, kbk, kurikulum merdeka.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI KOMPARATIF MATERI GEOGRAFI SMA DAN MA PADA KBK SAMPAI KURIKULUM MERDEKA. Banda Aceh Fakultas KIP,2025
Baca Juga : PENGEMBANGAN ASESMEN LITERASI PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KURIKULUM MERDEKA RNDI KOTA BANDA ACEH (ASIAH, 2025)
Abstract
ABSTRACT Syalsabila Farashazza. (2025). A Comparative Study of Geography Curriculum Content in Indonesian Senior High Schools (SMA) and Islamic Senior High Schools (MA) from the Competency-Based Curriculum to the Merdeka Curriculum. [Thesis. Universitas Syiah Kuala]. Under direction of Dr. Mirza Desfandi, S.Pd., M.Soc.Sc., dan Dr. Ahmad Nubli Gadeng, S.Pd., M.Pd. The curriculum in Indonesia has undergone continuous changes, with 12 revisions since the country’s independence in 1947. These changes require teachers to constantly adapt. This study aims to compare the Geography subject matter at the senior high school (SMA) and Islamic senior high school (MA) levels from the Competency-Based Curriculum (KBK) to the Merdeka Curriculum. This research employs a qualitative descriptive approach, utilizing literature studies and in-depth interviews for data collection, and data analysis techniques that include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The population in this study consists of Geography teachers who have experienced more than one curriculum change. The results show that over time, the Geography curriculum has become increasingly contextual, relevant, and focused on character development and spatial thinking skills. In the KBK and KTSP curricula, Geography material was still heavily focused on conceptual mastery with one-way teaching methods. Teachers relied more on lectures and written tests because the material was still very theoretical and dense. In the 2013 Curriculum and its revisions, teachers began to use a scientific approach with the 5M steps (observing, questioning, experimenting, reasoning, and communicating). Meanwhile, in the Merdeka Curriculum, Geography learning has adopted a more flexible and innovative approach. However, the success of curriculum implementation greatly depends on teacher readiness, including understanding the curriculum, mastering technology, and having adequate facilities provided by schools and the government. This study recommends that stakeholders design consistent and adaptive long-term policies, provide comprehensive training programs, offer continuous teacher mentoring in the field, and regularly evaluate the readiness and implementation of the curriculum in various schools to improve the quality of geography learning. Keywords: Comparative Study, Curriculum, Geography, Senior High School, Madrasah Aliyah, KBK, Merdeka Curriculum
Baca Juga : PERAN GURU PENJASKES DALAM MENINGKATKAN KEBUGARAN JASMANI PADA SISWA SMPN UNGGUL ALI HASJMY (MUHAMMAD ZAKI, 2022)