Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
MIFTAHUL JANNAH, PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP DAYA ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK BUNGA TELANG. Banda Aceh Fakultas KIP,2025

Miftahul jannah. (2024). pengaruh metode pengeringan terhadap daya antiokisidan dari ekstrak bunga telang. [skripsi. universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan dr. dra. sulastri, m.si. dan dr. rahmad rizki fazli, s.pd., m.si. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pengeringan terhadap daya antioksidan dari ekstrak bunga telang (clitoria ternatea), serta menentukan metode pengeringan yang efektif untuk mempertahankan kandungan antioksidan. metode pengeringan yang digunakan adalah pengeringan dengan panas matahari dan pengeringan menggunakan mesin pengering. daya antioksidan dianalisis menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (dpph) dengan spektrofotometri uv-vis shimadzu-1240 untuk mengukur nilai inhibition concentration (ic50) sebagai indikator daya antioksidan. nilai ic50 ekstrak bunga telang yang dikeringkan menggunakan panas matahari berkisar antara 139,99 mg/l hingga 390,25 mg/l, sedangkan nilai ic50 untuk pengeringan menggunakan mesin pengering berkisar antara 53,91 mg/l hingga 333,82 mg/l. berdasarkan kategori daya antioksidan, sampel yang dikeringkan dengan panas matahari berada pada kategori sedang hingga sangat lemah, sedangkan pengeringan menggunakan mesin pengering menunjukkan daya antioksidan dengan kategori kuat hingga sangat lemah. meskipun kedua metode pengeringan mengalami penurunan daya antioksidan seiring waktu penyimpanan, pengeringan menggunakan mesin pengering tetap memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan panas matahari. berdasarkan hasil tersebut, nilai dari uji anova dua faktor diperoleh nilai signifikansi 0,000331 < α 0,01 menunjukkan bahwa setidaknya satu metode pengeringan berpengaruh signifikan terhadap daya antioksidan bunga telang. penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan teh herbal bunga telang untuk mendapatkan kualitas yang optimal. dengan demikian, disarankan agar proses pengeringan bunga telang dilakukan menggunakan mesin pengering pada suhu 50 °c selama 4 jam per hari hingga kadar air mencapai maksimum 8%, guna memperoleh hasil pengeringan yang optimal serta mempertahankan aktivitas antioksidan yang tinggi. kata kunci: bunga telang, metode pengeringan, daya antioksidan, ic50, spektrofotometri uv-vis, dpph



Abstract

Miftahul Jannah. (2024). Effect of Drying Method on the Antioxidant Power of Telang Flower Extract. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Under direction of Dr. Dra. Sulastri, M.Si and Dr. Rahmad Rizki Fazli, S.Pd., M.Si. This study aims to analyze the effect of drying methods on the antioxidant activity of butterfly pea flower extract (Clitoria ternatea) and to determine the most effective drying method for preserving antioxidant content. The drying methods used were sun drying and machine drying. Antioxidant activity was analyzed using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method with a Shimadzu-1240 UV-Vis spectrophotometer to measure the inhibition concentration (IC50) as an indicator of antioxidant activity. The IC50 values of sun-dried butterfly pea flower extracts ranged from 139.99 mg/L to 390.25 mg/L, while the IC50 values for machine-dried extracts ranged from 53.91 mg/L to 333.82 mg/L. Based on the antioxidant capacity category, samples dried using sunlight were in the moderate to very weak category, while drying using a dryer showed antioxidant capacity in the strong to very weak category. Although both drying methods experienced a decrease in antioxidant capacity over time, drying using a dryer still provided better results than sunlight. Based on these results, the value of the two-factor anova test obtained a significance value of 0.000331 < α 0.01 indicates that at least one drying method has a significant effect on the antioxidant power of bay flower. This study contributes to the development of telang flower herbal tea to obtain optimal quality. Thus, it is recommended that the drying process of bayang flowers be carried out using a drying machine at 50°C for 4 hours per day until the moisture content reaches a maximum of 8%, in order to obtain optimal drying results and maintain high antioxidant activity. Keywords: Telang Flower, Drying Method, Antioxidant Power, IC50, UV-Vis Spectrophotometry, DPPH



    SERVICES DESK