Koridor kopelma darussalam di banda aceh berfungsi sebagai ruang publik yang dinamis yang mendukung kegiatan pendidikan dan ekonomi informal. namun, keberadaan pedagang kaki lima (pkl) di sepanjang koridor tersebut menimbulkan tantangan terhadap kualitas ruang publik, terutama dalam hal aksesibilitas, kenyamanan, keamanan, dan estetika. penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi karakteristik aktivitas pkl di koridor kopelma darussalam; (2) menganalisis hubungan antara karakteristik pkl dengan persepsi kualitas ruang publik; dan (3) merumuskan konsep penataan koridor yang mampu mengintegrasikan aktivitas informal secara berkelanjutan. metodologi penelitian menggunakan pendekatan campuran, melalui observasi lapangan yang bersifat kualitatif dan survei kuesioner skala likert yang bersifat kuantitatif, yang dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pedagang kaki lima beroperasi di sektor makanan dan minuman dengan pola distribusi linier di sepanjang trotoar, sebagian besar beroperasi dari sore hingga malam hari. analisis korelasi menunjukkan bahwa jenis komoditas dan jam operasional memiliki hubungan yang signifikan dengan persepsi pengguna terhadap kualitas ruang. berdasarkan temuan tersebut, disusunlah konsep penataan yang mengedepankan prinsip koridor yang ramah pejalan kaki, manajemen zonasi pkl, waktu berdagang, dan konsep penataan lainnya. konsep ini diharapkan dapat mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (sdgs) nomor 8 dan 11, yaitu menciptakan ruang publik yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. kata kunci: pedagang kaki lima; kualitas ruang publik; kopelma darussalam.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
INTEGRASI KEGIATAN EKONOMI INFORMAL PADA PENATAAN RUANG PUBLIK DI KORIDOR KOPELMAD DARUSSALAM BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2025
Baca Juga : KAJIAN PENATAAN RUANG TERBUKA PUBLIK DI KAWASAN PASAR ACEH KOTA BANDA ACEH (Nora Damayanty, 2017)
Abstract
The Kopelma Darussalam corridor in Banda Aceh functions as a dynamic public space that supports education and informal economic activities. However, the presence of street vendors (PKL) along the corridor poses challenges to the quality of public space, especially in terms of accessibility, comfort, safety, and aesthetics. This study aims to: (1) identify the characteristics of street vendor activities in the Kopelma Darussalam corridor; (2) analyze the relationship between street vendor characteristics and perceptions of public space quality; and (3) formulate a corridor arrangement concept that is able to integrate informal activities in a sustainable manner. The research methodology used a mixed approach, through qualitative field observations and quantitative Likert scale questionnaire surveys, which were analyzed using descriptive statistics and correlation tests. The results show that the majority of street vendors operate in the food and beverage sector with a linear distribution pattern along the sidewalk, mostly operating from afternoon to evening. Correlation analysis shows that commodity type and operating hours have a significant relationship with users' perception of space quality. Based on these findings, a structuring concept was developed that prioritizes the principles of pedestrian-friendly corridors, PKL zoning management, trading time, and other structuring concepts. This concept is expected to support the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) number 8 and 11, namely creating inclusive, productive, and sustainable public spaces. Keywords: street vendors; public space quality; Kopelma Darussalam.
Baca Juga : STRATEGI PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI KAWASAN MASJID RAYA BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH (Teuku aliyyul murtadha, 2024)