Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
TAUFAN NOVENDRI, PERANCANGAN ISLAMIC WEDDING CENTER DI BANDA ACEH (TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR). Banda Aceh Fakultas Teknik,2025

Pernikahan merupakan momen sakral yang memiliki nilai religius, sosial, dan budaya yang kuat, terutama dalam masyarakat aceh yang menjunjung tinggi adat dan syariat islam. perancangan islamic wedding center di banda aceh ini bertujuan untuk menghadirkan sebuah fasilitas terpadu yang mampu mewadahi seluruh rangkaian kegiatan pernikahan, mulai dari akad, resepsi, hingga aktivitas pendukung lainnya dalam satu kawasan yang terencana. dengan mengangkat tema arsitektur neo-vernakular, desain ini mencoba menggabungkan nilai-nilai tradisional arsitektur aceh dengan pendekatan desain modern. elemen-elemen lokal seperti bentuk atap tradisional, ornamen ukiran, serta prinsip ruang dalam budaya aceh diadaptasi dan ditata ulang untuk menjawab kebutuhan fungsional masa kini, sekaligus tetap menjaga makna simbolisnya. hasil perancangan menciptakan sebuah kawasan yang tidak hanya fungsional dan nyaman, tetapi juga menjadi representasi identitas lokal yang kuat. dengan pendekatan ini, islamic wedding center diharapkan bisa menjadi ruang yang memfasilitasi pernikahan secara menyeluruh, sekaligus menjadi ikon budaya baru di banda aceh. kata kunci: banda aceh, wedding center, arsitektur neo-vernakular


Baca Juga : PERANCANGAN PERPUSTAKAAN WILAYAH KOTA BANDA ACEH (MIRNA MAULIA R, 2020)


Abstract

Marriage is a sacred moment that carries strong religious, social, and cultural values, especially within Acehnese society, which upholds local customs and Islamic law. The design of the Islamic Wedding Center in Banda Aceh aims to provide an integrated facility that accommodates the entire series of wedding activities from the akad, reception, to various supporting functions within a well-planned area. Adopting the theme of Neo-Vernacular Architecture, this design seeks to combine traditional Acehnese architectural values with a modern design approach. Local elements such as traditional roof forms, ornamental carvings, and spatial principles rooted in Acehnese culture are reinterpreted and reorganized to meet contemporary functional needs while preserving their symbolic meanings. The result is a complex that is not only functional and comfortable, but also a strong representation of local identity. Through this approach, the Islamic Wedding Center is expected to serve as a comprehensive venue for weddings and become a new cultural landmark in Banda Aceh. Keywords: Banda Aceh, Wedding Center, Neo-Vernacular Architecture

Baca Juga : CONVENTION CENTER DI BANDA ACEH. TEMA : HIGH TECH (Putri Astri Nafisa, 2015)



    SERVICES DESK