Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
DELVI FARAHDILA, PERAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM MEWUJUDKAN GREEN CITY SEBAGAI KOTA BERKELANJUTAN DAN RAMAH LINGKUNGAN. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025

Abstrak konsep green city merupakan upaya pembangunan kota yang tidak mengorbankan aset yang sudah dimiliki, melainkan justru berfokus pada pengembangan berkelanjutan terhadap berbagai aset lain seperti sumber daya manusia, lingkungan, dan infrastruktur yang tersedia. oleh karena itu butuh dorongan dan peranan besar dari pemerintah untuk dapat mewujudkan konsep green city. penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis peran pemerintah kota banda aceh dalam mewujudkan green city sebagai kota berkelanjutan dan ramah lingkungan. metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada teori soekanto dalam (md pauwah et al., 2022:3) dengan tiga indikator yaitu peran aktif, peran partisipatif dan peran pasif. hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah kota banda aceh menunjukkan peran dalam mewujudkan kota hijau melalui kebijakan strategis seperti pengembangan ruang terbuka hijau, pengelolaan sampah berbasis 3r, dan efisiensi energi dengan lampu led serta panel surya. upaya ini juga didukung dengan adanya qanun, rtrw, dan peran dlhk3 dalam pemantauan lingkungan serta pengembangan energi terbarukan. peran partisipatif diwujudkan dengan melakukan kerja sama dengan green comunity yang telah dibangun dengan lebih dari 30 komunitas dan lsm lingkungan melalui program seperti proklim dan pendidikan lingkungan. namun, komunikasi dengan beberapa organisasi masih perlu diperkuat. beberapa inisiatif belum berjalan optimal, seperti green transportation proyek listrik trans koetaradja yang masih simbolis, serta penerapan green building dan green water yang terkendala anggaran, regulasi, dan partisipasi masyarakat. tantangannya mencakup keterbatasan dana, rendahnya kesadaran publik, dan pengelolaan sampah yang belum memadai. pemerintah kota banda aceh disarankan memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan edukasi lingkungan, dan mengalokasikan anggaran khusus untuk infrastruktur hijau dan pengelolaan sampah terintegrasi. masyarakat diharapkan lebih sadar dan aktif menjaga lingkungan melalui perilaku ramah lingkungan sehari-hari serta mendukung program pemerintah. sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci sukses mewujudkan banda aceh sebagai kota hijau yang berkelanjutan. kata kunci : peran, pemerintah kota banda aceh, green city



Abstract

ABSTRACT The concept of a green city is an urban development effort that does not sacrifice existing assets but rather focuses on the sustainable development of other assets such as human resources, the environment, and available infrastructure. Therefore, strong encouragement and a significant role from the government are essential to realizing the green city concept. This study aims to describe and analyze the role of the Banda Aceh City Government in realizing a green city as a sustainable and environmentally friendly city. The research uses a qualitative descriptive approach, with data collected through observation and interviews. The theory used in this study refers to Soekanto’s theory (as cited in MD Pauwah et al., 2022:3), which includes three indicators: active role, participatory role, and passive role. The findings indicate that the Banda Aceh City Government demonstrates an active role in realizing a green city through strategic policies such as the development of green open spaces, waste management based on the 3R principles, and energy efficiency through the use of LED lights and solar panels. These efforts are also supported by legal frameworks such as the Qanun, the Spatial Planning (RTRW), and the role of the Environmental, Beauty, and Cleanliness Agency (DLHK3) in monitoring the environment and developing renewable energy sources. The participatory role is evident through cooperation with green communities, including partnerships with more than 30 environmental organizations and NGOs via programs such as ProKlim and environmental education. However, communication with some organizations still needs to be improved. Several initiatives have not yet run optimally, such as the green transportation project Trans Koetaradja electric buses which remains symbolic, and the implementation of green building and green water concepts, which face challenges related to budget constraints, regulatory issues, and limited public participation. The main challenges include insufficient funding, low public awareness, and inadequate waste management. The Banda Aceh City Government is advised to strengthen cross-sector collaboration, enhance environmental education, and allocate a dedicated budget for green infrastructure and integrated waste management. The community is expected to be more aware and actively involved in protecting the environment through eco-friendly daily practices and by supporting government programs. A strong synergy between the government and the community is the key to successfully realizing Banda Aceh as a sustainable green city. Keywords: Role, Banda Aceh City Government, Green City



    SERVICES DESK