Sektor pertambangan telah mempengaruhi penurunan jumlah tutupan lahan akibat dari aktivitas pertambangan terbuka. peraturan menteri kehutanan nomor: p.4/menhut-ii/2011 tentang pedoman reklamasi pasca pertambangan dalam areal hutan, menyatakan bahwa setiap perusahaan tambang dan energi mempunyai kewajiban untuk melakukan reklamasi areal pasca pertambangan atas areal hutan yang dipinjam-pakai. keberhasilan reklamasi sangat bergantung pada pemilihan jenis tanaman fast growing yang tepat serta pengelolaan lahan yang baik. umumnya, pada lahan pasca tambang terdapat permasalahan kesuburan tanah, baik rendahnya kandungan unsur hara tanah, adanya perubahan tekstur dan struktur tanah sehingga dapat terhambatnya pertumbuhan tanaman.tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pertumbuhan tanaman fast growing pada areal reklamasi dan persentase tumbuh tanaman pada areal reklamasi pt. mifa bersaudara. penelitian ini dilakukan pada bulan februari hingga mei 2025 di areal reklamasi pasca tambang pt. mifa bersaudara. parameter yang diukur ialah tinggi dan diameter tanaman fast growing. metode yang digunakan ialah metode sistematik sampling, intensitas sampling 3% dengan pengamatan langsung di lapangan, serta analisis statistik deskriptif dan analisis riap tanaman dan persentase tumbuh tanaman. hasil penelitian berdasarkan pengamatan dan analisis menunjukkan bahwa, rata-rata tinggi tanaman pada ahun tanam 2017 lebih unggul dibandingkan dengan tahun tanam 2018. berbanding terbalik dengan diameter rata-rata tahun tanam 2018 lebih unggul dibandingkan tahun tanam 2017. spesies sengon laut memiliki riap tinggi yang paling besar pada dua tahun tanam yang berbeda dengan pertambahan riap per tahun sebesar 2,5 dan 1,78 m/th. spesies gmelina memiliki pertambahan riap tinggi yang lebih kecil pada kedua tahun tanam yaitu 1,07 dan 1,18m/th. riap diameter pada tanaman yang paling besar yaitu sengon laut dengan 3,17 pada tahun tanam 2017 dan 5,3 pada tahun tanam 2018. sengon buto memiliki pertambahan riap diameter 4 cm/th dan 4,82 cm/th. gmelina memiliki riap yang paling kecil yaitu 1,93 cm/th dan 2,34 cm/th, dibandingkan dengan sengon laut dan sengon buto. hasil analisis persentase tumbuh tanaman tahun tanam 2017 berada pada kategori 4 dengan nilai sebesar 80% sedangkan tahun tanaman 2018 berada pada kategori 3 dengan nilai persentase sebesar 70%. kata kunci: reklamasi pasca tambang, pertumbuhan tanaman, tanaman fast growing
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI PERTUMBUHAN TANAMAN FAST GROWING PADA AREAL REKLAMASI PT MIFA BERSAUDARA KABUPATEN ACEH BARAT. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025
Baca Juga : EVALUASI TINGKAT KEBERHASILAN REVEGETASI MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2 DAN NILAI NDVI PADA LAHAN BEKAS PENAMBANGAN DI PT MIFA BERSAUDARA, MEULABOH, ACEH BARAT. (M RIFQI HAIKAL, 2024)
Abstract
The mining sector has contributed to the decline in land cover due to open-pit mining activities. The Regulation of the Minister of Forestry Number: P.4/Menhut-II/2011 concerning Guidelines for Post-Mining Reclamation in Forest Areas stipulates that every mining and energy company is required to carry out post-mining reclamation in borrowed-use forest areas. The success of reclamation largely depends on the proper selection of fast-growing plant species and effective land management. Generally, post-mining land faces issues related to soil fertility, such as low nutrient content and changes in soil texture and structure, which can hinder plant growth. The objective of this study was to determine the growth rate of fast-growing plants in reclaimed areas and the survival percentage of plants in the reclamation area of PT. Mifa Bersaudara. The research was conducted from February to May 2025 in the post-mining reclamation area of PT. Mifa Bersaudara. The parameters measured were the height and diameter of fast-growing plants. The method used was systematic sampling with a 3% sampling intensity, direct field observation, as well as descriptive statistical analysis, plant increment analysis, and plant survival percentage analysis. The research results based on observations and analysis showed that the average plant height in the 2017 planting year was higher compared to the 2018 planting year. In contrast, the average diameter in the 2018 planting year was greater than in 2017. The species Falcataria moluccana (sengon laut) exhibited the highest height increment in both planting years, with annual growth increments of 2.5 m/year and 1.78 m/year, respectively. The species Gmelina arborea showed the lowest height increment in both years, with annual growth increments of 1.07 m/year and 1.18 m/year. In terms of diameter increment, Falcataria moluccana had the highest values with 3.17 cm/year in 2017 and 5.3 cm/year in 2018. Enterolobium cyclocarpum (sengon buto) had diameter increments of 4 cm/year and 4.82 cm/year. Gmelina arborea had the lowest diameter increment compared to Falcataria moluccana and Enterolobium cyclocarpum, with values of 1.93 cm/year and 2.34 cm/year. The plant survival percentage analysis showed that the 2017 planting year was in category 4 with a survival rate of 80%, while the 2018 planting year was in category 3 with a survival rate of 70%. Keywords: Post-mining reclamation, Plant growth, Fast-growing plants
Baca Juga : KEDUDUKAN HUKUM NOTA KESEPAHAMAN ANTARA PEMERINTAH ACEH DENGAN PT. MIFA BERSAUDARA DALAM PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN DI ACEH (CUT ANISA PUTRI SAFIERA, 2024)