Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
KEKE AMELIA MAHA, PENDUGAAN CADANGAN KARBON TEGAKANRNDI STASIUN PENELITIAN SORAYA, KECAMATAN SULTAN DAULAT, KOTA SUBULUSSALAM. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025

Pemanasan global berdampak pada meningkatnya temperatur bumi sehingga menyebabkan perubahan iklim dan membawa banyak bencana bagi kehidupan manusia. musim hujan yang sangat pendek dan musim kemarau berkepanjangan serta curah/intensitas hujan tinggi merupakan tanda-tanda perubahan iklim. perubahan iklim berupa pemanasan global disebabkan oleh meningkatnya gas rumah kaca pada atmosfer yaitu co2, peningkatan gas rumah kaca (grk) yang menyebabkan efek rumah kaca berasal dari kegiatan di bidang energi industri, transportasi, ketenagalistrikan, pengolahan limbah serta dari alih fungsi hutan. karbon dioksida (co2) merupakan gas rumah kaca (grk) yang paling besar, termasuk sebagai gas rumah kaca (grk) utama yang dihasilkan dari sektor kehutanan dan perubahan lahan. hutan dapat dimanfaatkan untuk menyimpan cadangan karbon yang berkontribusi terhadap pencemaran karbon di atmosfer yang dapat mencemari dan berbahaya bagi kesehatan. penelitian ini bertujuan untuk menduga jumlah cadangan karbon di atas permukaan tanah di stasiun penelitian soraya, kecamatan sultan daulat, kota subulussalam. metode yang digunakan adalah metode non-destruktif dengan teknik purposive sampling with random start, melibatkan 25 plot berukuran 20 m × 20 m. parameter yang diukur meliputi diameter pohon dengan ketinggian 130 cm, serta klasifikasi vegetasi berdasarkan tahapan pertumbuhan (semai, pancang, tiang, pohon) dengan ukuran plot penelitian (2m x 2m, 5m x 5m, 10m x 10m, 20m x 20m. data dikonversi menjadi biomasssa menggunakan rumus allometric manuri dalam menghitung nilai biomasa pancang, tiang dan pohon dengan rumus agb = 0.125.d0.533, kemudian menghitung kandungan carbon rumus allometric karbon c = agb x 47% dari biomassa, hasilnya diolah secara kuantitatif untuk menduga cadangan karbon per hektar. hasil menunjukkan keberadaan 140 jenis tumbuhan dengan total 1.115 indivisu. jenis dominan adalah shorea multiflora yang merupakan pohon pakan pongo abelii. biomassa total mencapai 99914,46 ton/ha dengan rata-rata 3996,58, biomassa pancang, tiang, pohon secara berururtan (3.835,03) rata-rata (153,40), (14.374,56) rata-rata (547, 9), (81.704,87) rata-rata (3.268,19) dan total cadangan karbon pada masing-masing strata pancang, tiang, dan pohon secara berurutan sebesar 299,86 ton/ha, (rata-rata 11,99 ton/ha), 1.577,72 ton/ha rata-rata 63,11 ton/ha, dan 4.947,40 ton/ha, (rata-rata 197,90 ton/ha). total cadangan karbon tingkat pohon, tiang dan pancang sebesar 6.824,98ton/ha, (rata-rata 273 ton/ha). variasi ini dipengaruhi oleh jenis, diameter, dan jumlah vegetasi, plot dengan diameter besar menunjukkan biomassa dan karbon yang lebih tinggi, menandakan potensi simpanan yang signifikan di kawasan ini. saran pada penelitian ini agar hasil penelitian dapat dijadikan acuan bagi pengelola untuk dapat meningkatkan pengelolaan kawasan tersebut, mendaftarkan stasiun penelitian soraya ini kedalam daftar inventarisasi karbon di indonesia dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait pendugaan cadangan karbon di bawah tanah dan tumbuhan bawah agar dapat menghasilkan berbagai jenis data serta dilakukan penelitian lebih lanjut terkait valuasi ekonomi terkait data cadangan karbon yang telah dilakukan kata kunci: pemanasan global, karbon, biomassa



Abstract

Global warming has led to rising global temperatures, causing climate change and bringing numerous disasters to human life. Very short rainy seasons, prolonged dry seasons, and high rainfall intensity are signs of climate change. Climate change, in the form of global warming, is caused by increased greenhouse gases, particularly CO2, in the atmosphere. The increase in greenhouse gases (GHGs) that contribute to the greenhouse effect originates from activities in the energy, industrial, transportation, electricity, waste management, and forest conversion sectors. Carbon dioxide (CO2) is the most potent greenhouse gas (GHG), and is a major greenhouse gas (GHG) produced by the forestry sector and land use change. Forests can be used to store carbon reserves, contributing to atmospheric carbon pollution, which can be polluting and harmful to health. This study aims to estimate the amount of aboveground carbon stocks at the Soraya Research Station, Sultan Daulat District, Subulussalam City. The method used was a non-destructive purposive sampling technique with random start, involving 25 plots measuring 20 m × 20 m. The parameters measured included tree diameter with a height of 130 cm, as well as vegetation classification based on growth stages (seedlings, saplings, poles, trees) with research plot sizes (2m x 2m, 5m x 5m, 10m x 10m, 20m x 20m). Data were converted to biomass using the allometric Manuri formula to calculate the biomass value of saplings, poles, and trees with the formula AGB = 0.125.D0.533, then calculating the carbon content of the allometric carbon formula C = AGB x 47% of the biomass, the results were processed quantitatively to estimate carbon reserves per hectare. The results showed the presence of 140 plant species with a total of 1,115 individuals. The dominant species was Shorea multiflora, which is a food tree for Pongo abelii. The total biomass reached 99,914.46 tons/ha with an average of 3,996.58, the biomass of saplings, poles, and trees in sequence (3,835.03). Average (153.40), (14,374.56), Average (547.9), (81,704.87), Average (3,268.19), and total carbon stocks in each strata of saplings, poles, and trees were respectively 299.86 tons/ha (average 11.99 tons/ha), 1,577.72 tons/ha, average 63.11 tons/ha, and 4,947.40 tons/ha (average 197.90 tons/ha). Total carbon stocks at the tree, pole, and sapling levels were 6,824.98 tons/ha (average 273 tons/ha). This variation was influenced by the type, diameter, and amount of vegetation; plots with larger diameters showed higher biomass and carbon, indicating significant storage potential in this area. Suggestions in this study are that the results of the study can be used as a reference for managers to improve area management. The aforementioned, registering the Soraya Research Station into the carbon inventory list in Indonesia and further research needs to be carried out regarding the estimation of carbon reserves below ground and understory plants in order to produce various types of data and further research needs to be carried out regarding the economic valuation related to the carbon reserve data that has been carried out. Keywords: Global warming, carbon, biomass



    SERVICES DESK