Abstrak fajrian firmanda. (2025). evaluasi keberadaan atlet kempo pengprov aceh pasca pelaksanaan pon aceh-sumut tahun 2024. [tesis. universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan dr. dra. miskalena, m.kes., dan dr. drs. sukardi putra, m.kes. olahraga kempo, sebagai cabang seni bela diri yang berkembang pesat di indonesia, telah menjadi bagian integral dari budaya olahraga nasional. pekan olahraga nasional (pon) aceh baru-baru ini menjadi momen penting bagi atlet kempo untuk menunjukkan kemampuan mereka. kempo mengintegrasikan teknik, fisik, dan mental, sehingga memerlukan kesiapan maksimal dari atlet. persiapan menuju pon dilakukan melalui latihan rutin dan terstruktur, dengan fokus pada kebersamaan dan peningkatan performa. namun, setelah pon, banyak atlet tidak melanjutkan latihan akibat hilangnya pemusatan latihan, yang berdampak pada penurunan performa. kondisi psikologis atlet juga berpengaruh, di mana perhatian terhadap kesehatan mental selama persiapan sangat penting. banyak atlet mengalami penurunan kondisi psikologis pasca kompetisi akibat tekanan yang dihadapi. dukungan finansial menjadi faktor kunci dalam kondisi psikologis atlet. selama persiapan, dukungan yang memadai sangat dibutuhkan, meskipun sering terjadi keterlambatan pembayaran. setelah pon, pencairan bonus yang belum dilakukan mendorong atlet mencari alternatif untuk stabilitas finansial, seperti mencari pekerjaan. ini menunjukkan bahwa dukungan berkelanjutan, baik psikologis maupun finansial, sangat penting untuk keberlangsungan karier atlet kempo.penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keberlanjutan, kondisi psikologis, dan dukungan finansial bagi atlet. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode statistik deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui angket dengan skala likert. populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh atlet kempo pengprov aceh yang berpartisipasi dalam pon aceh-sumut 2024, sebanyak 21 atlet, dengan teknik total sampling. analisis data dilakukan secara deskriptif dengan persentase. hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pon, atlet kempo menunjukkan keberlanjutan yang menarik dalam program latihan, dengan 28,3% berada pada kategori "sedang", menandakan fase pengembangan yang stabil. dari segi psikologis, 47,9% atlet berada dalam kategori "sangat tinggi", mencerminkan kekuatan mental yang luar biasa dan kesiapan untuk menghadapi tantangan selanjutnya. dukungan finansial pasca pon juga menunjukkan hasil positif, dengan 31% atlet dalam kategori "tinggi", yang menunjukkan kondisi finansial yang baik dan memberikan landasan kuat untuk prestasi di masa depan. kata kunci: keberadaan, program latihan, psikologis, finansial, atlet kempo pengprov aceh pasca pelaksanaan pon aceh-sumut tahun 2024.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
EVALUASI KEBERADAAN ATLET KEMPO PENGPROV ACEH PASCA PELAKSANAAN PON ACEH-SUMUT TAHUN 2024. Banda Aceh Fakultas FKIP UNSYIAH,2025
Baca Juga : DERAP LANGKAH MENUJU PRESTASI PEKAN OLAHRAGA NASIONAL (PON) XXI ACEH-SUMUT 2024 (Syifa Ataia, 2026)
Abstract
ABSTRACT Fajrian Firmanda. (2025). Evaluation of the Existence of Kempo Athletes from Aceh Provincial Sports Committee Post the 2024 Aceh-Sumatra National Sports Week. [Thesis. Syiah Kuala University]. Supervised by Dr. Dra. Miskalena, M.Kes., and Dr. Drs. Sukardi Putra, M.Kes. Kempo, as a rapidly developing martial arts discipline in Indonesia, has become an integral part of the national sports culture. The recent Aceh National Sports Week (PON) served as a significant moment for kempo athletes to showcase their abilities. Kempo integrates technical, physical, and mental aspects, requiring maximum readiness from athletes. Preparation for the PON involved structured and routine training, focusing on teamwork and performance enhancement. However, post-PON, many athletes did not continue their training due to the loss of centralized training, which impacted their performance. The psychological condition of athletes also plays a crucial role, where attention to mental health during preparation is essential. Many athletes experienced a decline in psychological condition after the competition due to the pressures faced. Financial support is a key factor influencing the psychological state of athletes. Adequate support is necessary during preparation, although delays in payments often occur. After the PON, the lack of bonus disbursement prompted athletes to seek alternatives for financial stability, such as finding employment. This indicates that ongoing support, both psychological and financial, is vital for the sustainability of kempo athletes’ careers.This study aims to explore the sustainability, psychological condition, and financial support for athletes. It employs a quantitative approach with descriptive statistical methods, where data is collected through questionnaires using a Likert scale. The population of this study includes all kempo athletes from the Aceh Provincial Sports Committee who participated in the 2024 Aceh-Sumatra PON, totaling 21 athletes, with a total sampling technique applied. Data analysis was conducted descriptively using percentages. The results indicate that post-PON, kempo athletes demonstrated interesting sustainability in their training programs, with 28.3% categorized as “moderate,” indicating a stable development phase. Psychologically, 47.9% of athletes fell into the “very high” category, reflecting exceptional mental strength and readiness to face future challenges. Financial support post-PON also showed positive results, with 31% of athletes in the “high” category, indicating good financial conditions and providing a strong foundation for future achievements. Keywords: Existence, Training Program, Psychological, Financial, Kempo Athletes from Aceh Provincial Sports Committee Post the 2024 Aceh-Sumatra National Sports Week.
Baca Juga : POLA PEMBINAAN ATLET CABANG OLAHRAGA MUAYTHAI PENGPROV ACEH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI (M. Samirun, 2024)