Stunting merupakan masalah genting bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh termasuk otak seorang anakyang berpengaruh terhadap potensi sdm suatu negara. merujuk pada hasil survei status gizi indonesia (ssgi) tahun 2022, tingkat prevalensi stunting berada di angka 21,6%, di mana angka tersebut terjadi penyusutan dibandingkan angka sebelumnya yaitu 24,4%. menurut survei kesehatan indonesia (ski) 2023 prevalensi stunting di aceh adalah 29,4%, di aceh besar sebanyak 30,1%. stunting dapat menghambat pertumbuhan berat badan dan komposisi tubuh, gangguan metabolisme di dalam tubuh, penurunan kognitif, dan imunitas sehingga mudah terserang penyakit dan mudah lelah. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh program intervensi pemberian suplemen dan makanan tambahan terhadap pertumbuhan dan laju aliran saliva balita stunting. penelitian ini adalah studi longitudinal menggunakan metode quasi eksperimental pretest posttest control design dan dilanjutkan dengan uji t berpasangan dan tidak berpasangan yang melibatkan kelompok intervensi (mendapatkan suplemen dan makanan tambahan) dan kelompok kontrol (yang tidak diberikan suplemen dan makanan tambahan) dengan parameter tb/u, bb/u, dan laju aliran saliva. hasil penelitian menggunakan independent t-test menunjukkan bahwa pemberian intervensi (penambahan suplemen dan makanan) pada balita memberikan perbedaan yang signifikan terhadap tinggi badan, berat badan, dan laju aliran saliva dengan nilai p-value < 0.05. kesimpulannya adalah pemberian suplemen dan makanan tambahan dapat meningkatkan tb/u, bb/u, dan laju aliran saliva. kata kunci: stunting, balita stunting, tb/u, bb/u, laju aliran saliva, suplemen, makanan tambahan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PROGRAM INTERVENSI PEMBERIAN SUPLEMEN DAN MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN LAJU ALIRAN SALIVA BALITA STUNTING. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Gigi,2025
Baca Juga : PEMANFAATAN EKSTRAK BONGOL NANAS (ANANAS COMOSUS) TERHADAP PERTUMBUHAN & STIMULASI LAJU ALIRAN SALIVA PADA TIKUS WISTAR JANTAN YANG MENGALAMI STUNTING (Salma Salsabilla, 2023)
Abstract
Stunting is a critical problem for the growth and development of the body, including the brain of a child, which affects the human resource potential of a country. According to the results of the Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI) in 2022, the prevalence rate of stunting was at 21.6%, which was a decrease compared to the previous at 24.4%. Based on the 2023 Indonesian Health Survey (SKI), the stunting prevalence in Aceh was 29.4%, in Aceh Besar it was 30.1%. Stunting can inhibit the growth of body weight and body composition, cause metabolic disorders, reduce cognitive function, and weaken the immune system, making children more susceptible to illness and fatigue. The purpose of this study was to determine the effect of supplementation and supplementary food intervention programs on the growth and salivary flow rate of stunted toddlers. This research is a longitudinal study using a quasi-experimental method pretest-posttest control design, continued with paired and unpaired T-tests involving the intervention group (receiving supplements and supplementary food) and the control group (not receiving supplements and supplementary food) with the parameters of TB/U, BB/U, and salivary flow rate. The results of the study using independent T-tests showed that the intervention (addition of supplements and supplementary food) made a significant difference to height, weight, and salivary flow rate with a p-value
Baca Juga : HUBUNGAN LAJU ALIRAN SALIVA TANPA STIMULASI BERDASARKAN POSISI RUKUK DAN SUJUD PADA MAHASISWA DENGAN INDEKS SKOR STRES AKADEMIK RENDAH (Tari Marliska, 2017)