Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
SYAKIRA NABILA AISYAH, PERANCANGAN MUSEUM KOPI DI BANDA ACEH (TEMA : ARSITEKTUR ANALOGI). Banda Aceh Fakultas Teknik,2025

Kopi merupakan komoditas utama sekaligus bagian dari identitas budaya masyarakat aceh yang telah dikenal secara nasional dan internasional. namun, ruang edukatif yang dapat merepresentasikan sejarah, proses, dan nilai budaya kopi aceh masih sangat terbatas. perancangan museum kopi di banda aceh bertujuan menciptakan ruang publik yang berfungsi sebagai pusat informasi dan dokumentasi, sekaligus menyampaikan narasi budaya kopi secara visual, simbolik, dan interaktif melalui pendekatan arsitektur analogi. pendekatan ini digunakan sebagai dasar konseptual dengan mengadopsi bentuk dan makna biji kopi ke dalam desain massa, struktur ruang, dan atmosfer interior. lokasi museum dipilih di kawasan strategis kota banda aceh dengan pertimbangan aksesibilitas dan keterkaitan dengan destinasi wisata budaya. museum dirancang dengan menggabungkan fungsi edukatif, rekreatif, dan budaya melalui ruang pameran, cupping, workshop, media interaktif, perpustakaan, serta coffee shop. desainnya mendorong interaksi yang mendalam antara pengunjung dan konten pameran melalui pendekatan naratif yang diperkuat oleh elemen arsitektural. museum ini diharapkan menjadi ikon baru kota banda aceh yang memperkuat identitas lokal dan menjadi sarana pelestarian serta pengembangan budaya kopi aceh ke depan. kata kunci : museum kopi, arsitektur analogi, budaya kopi


Baca Juga : PERANCANGAN SEJARAH DAN BUDAYA ACEH (M. An-Nauval Fachrunniza, 2020)


Abstract

Coffee is a major commodity and an essential part of the cultural identity of the Acehnese people, recognized both nationally and internationally. However, educational spaces that can represent the history, processes, and cultural values of Acehnese coffee remain limited. The design of the Coffee Museum in Banda Aceh aims to create a public space that functions not only as a center for information and documentation, but also as a medium to convey the cultural narrative of coffee in a visual, symbolic, and interactive manner through an analogy-based architectural approach. This approach serves as the conceptual foundation by adopting the form and meaning of the coffee bean into the design of the building’s massing, spatial structure, and interior atmosphere. The museum is strategically located in Banda Aceh, selected for its accessibility and connection to surrounding cultural tourism destinations. The museum is designed to integrate educational, recreational, and cultural functions through exhibition spaces, cupping rooms, workshops, interactive media, a library, and a coffee shop. The design encourages deeper interaction between visitors and exhibition content through a narrative-based spatial experience reinforced by architectural elements. This museum is expected to become a new icon for the city of Banda Aceh, strengthening local identity while serving as a platform for preserving and developing the rich coffee culture of Aceh. Keywords: Coffee Museum, Analogy Architecture, Coffee Culture

Baca Juga : PERANCANGAN COFFEE TECHNOPARK DI ACEH TENGAH (FARHAN ALGIFARI, 2025)



    SERVICES DESK