Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Filzah Ikramina, EVALUASI DESAIN LANSKAP PADA TAMAN DAN HUTANRNKOTA TERHADAP KENYAMANAN TERMAL. Banda Aceh Fakultas Teknik Arsitektur,2025

Perkembangan pembangunan di kota banda aceh menyebabkan alih fungsi lahan yang berdampak pada peningkatan suhu permukaan tanah dan menurunnya kenyamanan termal ruang luar. salah satu upaya mitigasi dalam menanggapi masalah tersebut adalah dengan pemenuhan kawasan ruang terbuka hijau (rth). taman dan hutan kota di banda aceh memiliki peranan dalam mengontrol dan menurunkan suhu di ruang luar. namun, desain pada taman dan hutan kota setelah pemugaran yang dilakukan pada tahun 2014 menggunakan elemen lanskap yang dapat meningkatkan suhu sekitar. bagian rth yang awalnya ditutupi rerumputan diganti menjadi perkerasan. penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan penggunaan elemen lanskap dalam desain rth yang bertentangan dengan fungsi rth sebagai penyejuk lingkungan. tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi desain lanskap taman dan hutan kota terhadap kenyamanan termal dengan menganalisis hubungan antara elemen lanskap dan parameter iklim mikro. penelitian dilakukan pada hutan kota bni tibang dan taman kota bni trembesi dengan pendekatan kuantitatif melalui observasi, pengukuran iklim mikro serta persepsi pengguna melalui kuesioner. simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak envi-met untuk memprediksi kondisi kenyamanan termal serta distribusi suhu di berbagai titik lokasi. indeks kenyamanan termal yang digunakan adalah pet (physiologically equivalent temperature). hasil pengukuran menunjukkan desain lanskap dengan kombinasi rumput , tanah dan pohon peneduh mampu menurunkan suhu udara sebesar 2°c-6°c dan suhu radiasi rata-rata sebesar 13°c dibandingkan desain lanskap pada area perkerasan. rekomendasi dengan menambahkan lebih banyak pohon mampu menurunkan suhu permukaan tanah mencapai 6°c dan suhu radiasi rata-rata turun sebesar 13°c-15°c. penelitian ini menyimpulkan bahwa desain lanskap yang mengutamakan elemen lunak efektif dalam meningkatkan kenyamanan termal ruang luar di kawasan perkotaan. hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam perencanaan lanskap yang mampu menurunkan suhu iklim mikro. kata kunci: desain lanskap, kenyamanan termal, iklim mikro, ruang terbuka hijau, envi-met.



Abstract

The city of Banda Aceh is experiencing significant land use change due to rapid development, which causes an increase in land surface temperature and encourages climate change. One of the mitigation measures that can be taken is the provision of Green Open Spaces (GOS) such as parks and urban forests that function to maintain microclimate balance. However, the design of urban parks and forests after the restoration in 2014 uses landscape elements that can increase the surrounding temperature. The green space that was covered with grass was replaced with pavement. This study was motivated by the issue of using landscape elements in green space design that changed the function of green spaces as environmental coolers. The objective of this study was to evaluate the landscape design of urban parks and forests in terms of thermal comfort by analyzing the relationship between landscape elements and microclimate parameters. The study was conducted at the BNI Tibang Urban Forest and the BNI Trembesi Urban Park, this research using a quantitative approach through observation, microclimate measurements and user perception via questionnaires. Simulations were using ENVI-met software to predict thermal comfort conditions and temperature distribution at various locations. The thermal comfort index used was PET (Physiologically Equivalent Temperature). The results showed that landscape designs combining grass, soil, and shade trees could reduce air temperature by 2°C–6°C and average radiation temperature by 13°C compared to landscape designs in paved areas. Recommendations to add more trees could reduce ground surface temperature by up to 6°C and average radiation temperature by 13°C–15°C. This study concludes that landscape designs prioritizing soft elements are effective in enhancing thermal comfort in urban outdoor spaces. The findings are expected to serve as a reference for landscape planning aimed at reducing microclimate temperatures. Keywords: Landscape Design, Thermal Comfort, Microclimate, Green Open Spaces, ENVI-met.



    SERVICES DESK