Tingginya beban kerja, tekanan emosional, konflik peran, serta jam kerja yang panjang meningkatkan risiko stres, burnout, dan gangguan psikologis pada tenaga medis. dampak dari kondisi ini tidak hanya dirasakan secara individual, tetapi juga berpengaruh terhadap penurunan kualitas layanan kesehatan. penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi penyelesaian masalah distribusi tenaga medis yang tidak merata serta keterbatasan sumber daya manusia kesehatan di indonesia. penguatan kapasitas psikologis tenaga medis menjadi pendekatan strategis yang perlu diutamakan. penelitian ini bertujuan untuk membangun model kesejahteraan psikologis tenaga medis yang bersifat komprehensif dan berbasis bukti, guna mendukung formulasi kebijakan intervensi yang lebih aplikatif. secara teoritis, penelitian ini mengacu pada job demands–resources model (jd-r) yang menjelaskan bahwa keseimbangan antara tuntutan kerja dan sumber daya kerja memengaruhi kesejahteraan individu. dalam penelitian ini, modal psikologis dan kualitas kehidupan kerja diposisikan sebagai sumber daya utama, sedangkan kebermaknaan kerja diuji sebagai variabel mediator yang menghubungkan keduanya dengan kesejahteraan psikologis. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional serta analisis structural equation modeling (sem) berbasis perangkat lunak jasp. sampel terdiri dari 285 tenaga medis, mencakup profesi dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis. data dikumpulkan melalui kuesioner terstandar yang telah divalidasi menggunakan confirmatory factor analysis (cfa). tiga temuan utama diperoleh: (1) model kesejahteraan psikologis tenaga medis berhasil diidentifikasi secara empirik, dan menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis dapat dijelaskan melalui kombinasi modal psikologis, kualitas kehidupan kerja, dan kebermaknaan kerja; (2) modal psikologis dan kualitas kehidupan kerja terbukti berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis; (3) kebermaknaan kerja berperan sebagai mediator dalam hubungan antara sumber daya psikologis dan kesejahteraan psikologis, di mana individu dengan tingkat modal psikologis dan kualitas kerja yang baik cenderung lebih mampu memaknai pekerjaannya secara positif. temuan ini memiliki implikasi penting bagi manajemen institusi layanan kesehatan untuk mengembangkan intervensi yang bertujuan memperkuat modal psikologis dan meningkatkan kualitas kehidupan kerja. organisasi juga perlu menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan tenaga medis menemukan makna dalam pekerjaannya, antara lain melalui pelibatan dalam pengambilan keputusan serta pemberian dukungan sosial dari tim kerja. secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model kesejahteraan psikologis berbasis pendekatan psikologi positif dan sumber daya kerja, serta mendukung penciptaan intervensi organisasi yang lebih berkelanjutan dalam rangka meningkatkan mutu layanan kesehatan di indonesia. kata kunci: modal psikologis, kualitas kehidupan kerja, kebermaknaan kerja, kesejahteraan psikologis, tenaga medis.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
DISSERTATION
MODEL KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADARNTENAGA MEDIS. Banda Aceh Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala,2025
Baca Juga : KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS MAHASISWA DIPLOMA III KEPERAWATAN DAN NON KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN DI ACEH TAHUN 2020 (Eka Warnidar, 2020)
Abstract
ABSTRACT High workload, emotional pressure, role conflict, and long working hours significantly increase the risk of stress, burnout, and psychological disorders among medical personnel. These conditions not only affect individuals but also negatively impact the overall quality of healthcare services. This study is motivated by the urgent need to address the unequal distribution of medical professionals and Indonesia's healthcare human resources shortage. Strengthening the psychological capacity of medical personnel is a strategic approach that must be prioritised. This study aims to develop a comprehensive and evidence-based model of psychological well-being for medical professionals to support the formulation of more applicable and sustainable intervention policies. Theoretically, it is grounded in the Job Demands–Resources (JD-R) Model, which posits that the balance between job demands and job resources influences individual well-being. In this context, psychological capital and quality of work life are positioned as key resources, while meaningful work is examined as a mediating variable linking these resources to psychological well-being. The research employed a quantitative, cross-sectional design with Structural Equation Modelling (SEM) analysis using JASP software. The sample consisted of 285 medical professionals, including general practitioners, dentists, and specialists. Data were collected using standardised questionnaires validated through Confirmatory Factor Analysis (CFA). Three main findings emerged: (1) The psychological well-being model for medical personnel was empirically validated, demonstrating that psychological well-being is significantly explained by a combination of psychological capital, quality of work life, and meaningful work; (2) Psychological capital and quality of work life were found to have significant direct effects on psychological well-being; (3) Meaningful work functioned as a mediator, where individuals with higher levels of psychological capital and better quality of work life were more likely to perceive their work as meaningful, which in turn enhanced their well-being. These findings have important implications for healthcare institutions to develop targeted interventions aimed at strengthening psychological capital and improving the quality of work life. Organisations should also foster a meaningful work environment by promoting involvement in decision-making and ensuring social support within teams. Overall, this study contributes significantly to the development of a psychological well-being model based on positive psychology and job resource approaches and supports the design of more sustainable organisational interventions to enhance the quality of healthcare services in Indonesia. Keywords: psychological capital, quality of work life, meaningful work, psychological well-being, medical personnel.
Baca Juga : HUBUNGAN ANTARA KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DAN STRES KERJA PADA HAKIM (Ainiyyah Nurfath Afifah Lubis, 2022)