Soft skill merupakan kunci dalam menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. sejalan dengan kebutuhan tersebut, pt quanta edutama indonesia hadir sebagai solusi dalam pengembangan soft skill untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas melalui layanan pelatihan. berdasarkan data juni tahun 2022 hingga desember 2023 perusahaan mengalami penurunan jumlah program pelatihan sebesar 50% dari tahun sebelumnya dan juga jumlah customer yang lebih sedikit dari periode sebelumnya, hal ini menjadi alasan dalam ketidakstabilan pendapatan perusahaan. berdasarkan permasalahan yang ada maka perlu dilakukan penelitian mengenai perancangan model bisnis menggunakan pendekatan analisis swot dan bmc yang mengidentifikasi faktor internal dan eksternal perusahaan. penelitian ini telah menguraikan dan memvisualisasikan elemen-elemen kunci yang membentuk kerangka kerja bisnis pt quanta edutama indonesia serta memberikan 13 rekomendasi strategi yang tersebar pada 7 elemen bmc. rekomendasi strategi berfokus pada pengembangan layanan digital, pengembangan produk berbasis langganan, perluasan saluran pemasaran, dan peningkatan kualitas relasi pelanggan. dengan menerapkan strategi-strategi tersebut pt quanta edutama indonesia diharapkan dapat menjangkau pelanggan baru, meningkatkan minat terhadap layanan, dan mendorong pertumbuhan pendapatan secara berkelanjutan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS PADA PT QUANTA EDUTAMA INDONESIA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS (BMC). Banda Aceh Fakultas Teknik Industri,2025
Baca Juga : PERANCANGAN PROSES BISNIS DI PT. BIONA CEUDAH RUPA MENGGUNAKAN BUSINESS PROCESS MODELLING AND NOTATION (BPMN) (Ulfah Karinniyah Lazuardi, 2024)
Abstract
Soft skills are key to answering the challenges of an increasingly competitive world of work. In line with these needs, PT Quanta Edutama Indonesia is here as a solution in developing soft skills to form quality human resources through training services. Based on data from June 2022 to December 2023, the company experienced a 50% decrease in the number of training programs from the previous year and also fewer customers than the previous period, this is the reason for the instability of the company's income. Based on the existing problems, it is necessary to conduct research on designing a business model using the SWOT and BMC analysis approaches that identify internal and external factors of the company. This study has outlined and visualized the key elements that form the business framework of PT Quanta Edutama Indonesia and provided 13 strategic recommendations spread across 7 BMC elements. Strategic recommendations focus on developing digital services, developing subscription-based products, expanding marketing channels, and improving the quality of customer relations. By implementing these strategies, PT Quanta Edutama Indonesia is expected to be able to reach new customers, increase interest in services, and drive sustainable revenue growth.