Penelitian ini menganalisis dampak perubahan tutupan lahan terhadap debit banjir di daerah aliran sungai (das) trumon, kabupaten aceh selatan, menggunakan pendekatan spasial dan hidrologi. latar belakang studi didasari tingginya deforestasi di wilayah ini (1.704 hektar hilang pada 2022) dan kejadian banjir besar tahun 2017 dan 2022, yang diduga terkait alih fungsi lahan masif. metode penelitian menggabungkan analisis spasial dengan perangkat lunak arcgis v10.5 dan citra satelit google earth pro untuk memetakan perubahan tutupan lahan periode 2012–2022, serta metode hidrograf satuan sintetis soil conservation service (hss-scs) untuk menghitung debit banjir berdasarkan data curah hujan satelit nasa (2012–2022).hasil analisis spasial menunjukkan penurunan signifikan tutupan hutan dari 47,95% (233,44 km²) pada 2012 menjadi 41,03% (199,75 km²) pada 2022, diikuti peningkatan lahan pemukiman (0,09% menjadi 1,24%) dan lahan terbuka (0,12% menjadi 0,91%). perubahan ini meningkatkan koefisien limpasan (runoff) dan nilai curve number (cn), yang berimplikasi pada peningkatan debit banjir. hasil simulasi hss-scs menunjukkan kenaikan debit banjir maksimum pada semua periode ulang: dari 823,46 m³/det (2012) menjadi 3.237,99 m³/det (2022) untuk periode ulang 2 tahun, dan dari 1.745,47 m³/det (2012) menjadi 3.604,42 m³/det (2022) untuk periode ulang 100 tahun.studi ini menyimpulkan bahwa alih fungsi lahan, terutama pengurangan hutan, secara signifikan meningkatkan debit banjir di das trumon yang disebabkan berkurangnya tampungan air tanah pada hutan. rekomendasi kebijakan mencakup rehabilitasi morfologi sungai, peninjauan zonasi hutan lindung, dan edukasi masyarakat. keterbatasan data jangka panjang (hanya 10 tahun) menjadi catatan untuk penelitian lanjutan. kata kunci: debit banjir, perubahan tutupan lahan, das trumon, hss-scs, analisis spasial.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI PENGARUH PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP DEBIT BANJIR DAERAH ALIRANRNSUNGAI TRUMON KABUPATEN ACEH SELATAN. Banda Aceh Fakultas Teknik,2025
Baca Juga : ANALISIS DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN TERHADAP PENINGKATAN DEBIT BANJIR DI DAS KRUENG ACEH DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS MULTI REGRESI (Jusdi Supriadi Berutu, 2016)
Abstract
This study analyzes the impact of land cover change on flood discharge in the Trumon Watershed, South Aceh District, using spatial and hydrological approaches. The background of the study is based on high deforestation in the region (1,704 hectares lost by 2022) and major flood events in 2017 and 2022, which are thought to be related to massive land use change. The research method combines spatial analysis using ArcGIS v10.5 software and Google Earth Pro satellite imagery to map land cover change from 2012-2022, and the Soil Conservation Service Synthetic Unit Hydrograph (HSS-SCS) method to calculate flood discharge based on NASA satellite rainfall data (2012-2022).The spatial analysis results show a significant decrease in forest cover from 47.95% (233.44 km²) in 2012 to 41.03% (199.75 km²) in 2022, followed by an increase in residential land (0.09% to 1.24%) and open land (0.12% to 0.91%). These changes increase the runoff coefficient and Curve Number (CN) value, which has implications for increasing flood discharge. HSS-SCS simulation results show an increase in maximum flood discharge at all return periods: from 823.46 m³/det (2012) to 3,237.99 m³/det (2022) for the 2-year return period, and from 1,745.47 m³/det (2012) to 3,604.42 m³/det (2022) for the 100-year return period.This study concludes that land use change, especially forest reduction, significantly increases flood discharge in the Trumon watershed. Policy recommendations include rehabilitation of river morphology, review of protected forest zoning, and community education. The limitation of long-term data (only 10 years) is noted for further research. Keywords: Flood discharge, land cover change, Trumon watershed, HSS-SCS, spatial analysis
Baca Juga : PENETAPAN DAERAH GENANGAN BANJIR MENGGUNAKAN MODEL HEC-RAS 2D UNSTEADY FLOW PADA DAS SEUNAGAN (CUT SARAH ATIKAH, 2025)