Tugas akhir ini bertujuan untuk mengamati proses kebuntingan dan penanganan kelahiran pada sapi perah (bos taurus) secara normal di balai besar pelatihan kesehatan hewan cinagara, bogor, jawa barat. pengamatan kebuntingan dini sangat penting untuk manajemen ekonomi peternak, karena memungkinkan penanganan yang tepat jika terjadi infertilitas dan menekan biaya produksi. proses pengamatan meliputi deteksi kebuntingan melalui tanda-tanda seperti tidak adanya birahi kembali setelah 21 hari, sapi terlihat tenang, peningkatan berat badan, pembesaran ambing, dan pergerakan fetus. penanganan kelahiran normal melibatkan bantuan saat partus jika diperlukan, pembersihan pedet dari lendir, pemberian iodin pada tali pusar, dan pemindahan pedet ke kandang khusus. etelah melahirkan, induk sapi juga memerlukan manajemen pakan yang baik untuk produksi kolostrum dan susu berkualitas, serta pemulihan reproduksi. secara keseluruhan, pengamatan dan penanganan yang teliti selama kebuntingan dan kelahiran sangat krusial untuk mencegah komplikasi seperti keguguran atau kerusakan organ reproduksi, yang dapat memengaruhi kebuntingan berikutnya dan kesehatan induk serta pedet. kata kunci : sapi bunting, penanganan kelahiran sapi, anak sapi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PENGAMATAN KEBUNTINGAN DAN PENANGANAN KELAHIRAN PADA SAPI PERAH DI BALAI BESAR PELATIHAN KESEHATAN HEWAN CINAGARA BOGOR. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan,2025
Baca Juga : PENANGANAN ABSES PADA SAPI FRIESIAN HOLSTEIN (FH) DI PETERNAKAN SAPI PERAH YUZA PADANG PANJANG SUMATERA BARAT (M FIGO YUZA, 2025)
Abstract
This final project aims to observe the pregnancy process and normal calving management in dairy cows (Bos taurus) at the Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara, Bogor, West Java. Early pregnancy detection is crucial for the economic management of livestock, as it allows for timely intervention in cases of infertility and reduces production costs. The observation process includes detecting pregnancy through signs such as the absence of estrus after 21 days, the cow appearing calm, weight gain, udder enlargement, and fetal movement. Normal calving management involves assisting during parturition if necessary, cleaning the calf from mucus, applying iodine to the umbilical cord, and transferring the calf to a special pen. Post-calving, the dam also requires good feeding management for quality colostrum and milk production, as well as reproductive recovery. Overall, meticulous observation and management during pregnancy and calving are critical to prevent complications such as abortion or reproductive organ damage, which can affect subsequent pregnancies and the health of both the dam and the calf. Keywords : Pregnant cow, Handling cow births, Calves
Baca Juga : PENANGANAN ABSES PADA SAPI LIMOSIN (BOS TAURUS) DI BALAI BESAR INSEMINASI BUATAN SINGOSARI JAWA TIMUR (Abid Amrullah, 2024)