Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
BADRATUN NAFIS, ADAPTASI SPASIAL DAN PENGGUNAAN RUANG USAHA PADA RUMAH BANTUAN PASCA TSUNAMI. Banda Aceh Fakultas Teknik,2025

Penelitian ini membahas karakteristik penggunaan ruang dan strategi adaptasi spasial pada rumah bantuan tipe brr pasca tsunami yang dimanfaatkan sebagai usaha rumah tangga (hbe) di gampong baet, kecamatan baitussalam, kabupaten aceh besar. gampong baet memiliki keunikan sebagai kawasan perumahan yang berdekatan dengan empat perguruan tinggi, yaitu universitas syiah kuala, universitas ubudiyah, universitas bina bangsa getsempena, dan uin ar-raniry, sehingga memunculkan dinamika ekonomi akibat tingginya aktivitas mahasiswa yang tinggal di rumah kost di sekitarnya. fenomena perubahan fungsi rumah bantuan menjadi ruang usaha menunjukkan adanya dinamika spasial sebagai respons terhadap kebutuhan ekonomi pascabencana dan peluang ekonomi lokal. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling dan melibatkan enam studi kasus. fokus studi kasus mengarah pada lima jenis usaha, yaitu usaha kelontong, usaha laundry, usaha bengkel las, usaha percetakan, dan usaha produksi makanan. karakteristik penggunaan ruang usaha sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat, serta jenis usaha dan intensitas aktivitas yang dilakukan. usaha kelontong dan bengkel las cenderung memanfaatkan ruang terpisah dari area perumahan utama untuk menjaga kenyamanan penghuninya, sedangkan usaha laundry dan produksi makanan menggunakan strategi ruang berimbang atau campuran dengan pengaturan waktu penggunaan ruang agar tetap berfungsi memenuhi domestik dan usaha secara simultan. strategi adaptasi spasial yang ditemukan dalam penelitian ini didominasi oleh strategi extending (perluasan ruang) dan sharing (penggunaan ruang bersama), dengan pertimbangan terhadap ketersediaan lahan, kebutuhan privasi, dan aksesibilitas bagi pelanggan. penelitian bantuan ini menyimpulkan bahwa adaptasi spasial pada rumah pasca tsunami tidak semata-mata merupakan perubahan fisik mengatasi keterbatasan ruang, tetapi juga mencerminkan respon sosial-ekonomi penghuni dalam beradaptasi dengan perubahan kondisi kehidupan dan kebutuhan ekonomi pascabencana. kata kunci: aceh besar; adaptasi spasial; home-based enterprises; rumah bantuan tsunami.



Abstract

This research discusses the characteristics of spatial use and spatial adaptation strategies in post-tsunami BRR-type relief houses that are utilised as Household Enterprises (HBE) in Gampong Baet, Baitussalam District, Aceh Besar Regency. Gampong Baet is unique as a residential area adjacent to four universities, namely Syiah Kuala University, Ubudiyah University, Bina Bangsa Getsempena University, and UIN Ar-Raniry, giving rise to economic dynamics due to the high activity of students living in boarding houses in the vicinity. The phenomenon of changing the function of relief houses into business spaces shows the existence of spatial dynamics in response to post-disaster economic needs and local economic opportunities. This research used a descriptive qualitative approach with purposive sampling technique and involved six case studies. The focus of the case studies was on five types of businesses, namely grocery business, laundry business, welding workshop business, printing business, and food production business. The characteristics of business space use are strongly influenced by the social, cultural, and economic conditions of the community, as well as the type of business and the intensity of activities carried out. Grocery businesses and welding workshops tend to utilise separate spaces from the main residential area to maintain the comfort of the residents, while laundry and food production businesses use a balanced or mixed space strategy by managing the time of space use so that it continues to function to fulfil domestic and business simultaneously. The spatial adaptation strategies found in this study are dominated by extending and sharing strategies, with consideration of land availability, privacy needs, and accessibility for customers. This research concluded that spatial adaptation in post-tsunami houses is not merely a physical change to overcome space limitations, but also reflects the socio-economic response of residents in adapting to changes in living conditions and economic needs after the disaster. Keywords: Aceh Besar; Spatial Adaptation; Home-Based Enterprises; Tsunami Relief House.



    SERVICES DESK