Persebaran permukiman merupakan representasi dari interaksi antara dinamika sosial, ekonomi, dan kondisi fisik wilayah. kecamatan bebesen, kabupaten aceh tengah merupakan kawasan yang termasuk dalam wilayah administratif kota takengon, sebagai pusat aktivitas perdagangan dan jasa mengalami perkembangan permukiman yang cukup pesat, namun tidak merata yang disebabkan oleh variasi karakteristik sosial-ekonomi masyarakat, kondisi topografi yang bervariasi, serta keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas antarwilayah. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran permukiman di kecamatan bebesen serta mengidentifikasi faktor sosial-ekonomi yang paling dominan dalam memengaruhi pola tersebut. metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis spasial menggunakan sistem informasi geografis (sig) dan analisis tetangga terdekat (nearest neighbor analysis/nna). data dikumpulkan melalui teknik proportional random sampling berdasarkan penyebaran kuesioner di setiap desa, dan dianalisis menggunakan skala likert untuk mengukur tingkat pengaruh dari delapan variabel sosial-ekonomi: pendidikan, kerja sama masyarakat, kebutuhan lahan, aksesibilitas, jenis pekerjaan, pendapatan, jumlah tanggungan keluarga, dan status kepemilikan lahan. hasil penelitian menunjukkan bahwa pola persebaran permukiman di kecamatan bebesen berpola mengelompok (clustered pattern), dengan nilai rasio nna sebesar 0,45 dan nilai z-score -109,32 yang menunjukkan signifikansi spasial tinggi. variabel aksesibilitas sebesar 73,5% dan jumlah pendapatan sebesar 72,3% menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi pola persebaran permukiman. temuan ini memiliki implikasi penting bagi perencanaan tata ruang yang berkeadilan dan berkelanjutan, dengan menekankan penguatan infrastruktur dan penyediaan hunian terjangkau berbasis potensi lokal dan dinamika sosial-ekonomi masyarakat. kata kunci: faktor sosial-ekonomi, nearest neighbor analysis (nna), persebaran permukiman, sistem informasi geografis (sig)
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS POLA PERSEBARAN PERMUKIMAN BERDASARKAN FAKTOR SOSIAL-EKONOMIRN(STUDI KASUS: KECAMATAN BEBESEN, KABUPATEN ACEH TENGAH). Banda Aceh Fakultas Teknik,2025
Baca Juga : STUDI FENOMENOLOGI TERHADAP IBU TUNGGAL KEPALA KELUARGA MISKIN DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (Ona Mahara, 2018)
Abstract
Settlement distribution is a representation of the interaction between social dynamics, economic conditions, and the physical characteristics of an area. Bebesen District, located in Central Aceh Regency, is part of the administrative region of Takengon City, which functions as a center of trade and services. This area has experienced rapid settlement development; however, it remains uneven due to variations in socio economic characteristics, diverse topographical conditions, and limitations in infrastructure and interregional accessibility. This study aims to analyze the settlement distribution patterns in Bebesen District and identify the most dominant socio economic factors influencing the pattern. The research employs a quantitative approach, utilizing spatial analysis techniques through Geographic Information Systems (GIS) and Nearest Neighbor Analysis (NNA). Data were collected using proportional random sampling based on questionnaire distribution across each village, and analyzed using a Likert scale to measure the influence of eight socio economic variables: education, community cooperation, land needs, accessibility, type of occupation, income, number of dependents, and land ownership status. The results show that the settlement distribution pattern in Bebesen District is clustered, with an NNA ratio of 0.45 and a z-score of -109.32, indicating a high level of spatial significance. Accessibility, with an influence of 73.5 percent, and income, with 72.3 percent, are identified as the most dominant factors affecting settlement distribution. These findings have important implications for equitable and sustainable spatial planning, emphasizing the need to strengthen infrastructure and provide affordable housing based on local potential and socio-economic dynamics Keywords: Socio-Economic Factors, Nearest Neighbor Analysis (NNA), Settlement Distribution, Geographic Information Systems (GIS)
Baca Juga : PENYELESAIAN KASUS KHALWAT MELALUI HUKUM ADAT DI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (RAHMI FITRIANI, 2019)