Penelitian ini menyelidiki lanskap linguistik universitas syiah kuala, yang merupakan salah satu universitas di aceh yang menerima mahasiswa dari berbagai negara. penelitian ini berfokus pada representasi bahasa dalam tanda-tanda luar ruangan dalam lingkungan akademik multikultural. tujuan utamanya adalah untuk menentukan bahasa apa yang paling umum digunakan dalam tanda-tanda luar ruangan di sekitar kampus dan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa internasional memahami dan mengevaluasi tanda-tanda ini. pengumpulan data menggunakan metode kualitatif dan deskriptif, yang mencakup dokumentasi fotografi tanda-tanda luar ruangan dari semua 12 fakultas di universitas syiah kuala dan wawancara semiterstruktur dengan 5 mahasiswa internasional. hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 50 bahasa isyarat (tanda, nama tempat, papan reklame, tanda toko). tanda-tanda tersebut terdiri dari tanda monolingual, bilingual, dan multilingual, yang mana 42 tanda menggunakan bahasa indonesia, 15 tanda menggunakan bahasa inggris (25,9%) dan 1 tanda menggunakan bahasa arab (1,7%). hampir 68% dari semua tanda yang tercatat hanya menggunakan bahasa indonesia, bahasa ini adalah yang paling umum digunakan dalam tanda. tidak adanya bahasa inggris atau bahasa asing lainnya pada papan tanda menimbulkan kesulitan bagi penutur non-indonesia, meskipun jumlah mahasiswa internasional yang belajar di universitas tersebut semakin meningkat. studi ini menekankan pentingnya penggunaan isyarat multibahasa sebagai bagian dari inisiatif institusional untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan inklusif bagi seluruh mahasiswa. studi ini mendesak agar norma-norma bahasa dipertimbangkan untuk mendorong integrasi mahasiswa internasional melalui komunikasi visual yang mudah diakses dan pengakuan atas keberagaman asal bahasa mahasiswa.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
LINGUISTIC LANDSCAPE INVESTIGATION ON OUTDOOR SIGNS AT UNIVERSITAS SYIAH KUALA, BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas KIP,2025
Baca Juga : INVESTIGATING LINGUISTIC PERFORMANCE OF DEVAYAN CHILDREN SPEAKERS TOWARD THEIR INDIGENOUS LANGUAGE (NEMO ORIZA, 2018)
Abstract
This study investigates the linguistic landscape of Universitas Syiah Kuala, which is one of the universities in Aceh that accepts students from various countries. This study focuses on the representation of language in outdoor signs in a multicultural academic environment. The main objectives are to determine what languages are most commonly used in outdoor signs around the campus and to find out how international students understand and evaluate these signs. Data collection used qualitative and descriptive methods, which included photographic documentation of outdoor signs from all 12 faculties at Universitas Syiah Kuala and semistructured interviews with 5 international students. The results showed that 50 sign languages (signs, place names, billboards, shop signs) were found. The signs consisted of monolingual, bilingual and multilingual signs, of which 42 signs used Indonesian, 15 signs used English (25.9%) and 1 sign used Arabic (1.7%). Almost 68% of all signs recorded only used Indonesian, this language is the most commonly used in signs. The absence of English or other foreign languages on the signs poses difficulties for non-Indonesian speakers, despite the increasing number of international students studying at the university. The study emphasizes the importance of using multilingual signs as part of institutional initiatives to create a welcoming and inclusive environment for all students. It urges that language norms be taken into account that promote the integration of international students through accessible visual communication and recognition of students’ different language origins.
Baca Juga : THE USE OF GROUP INVESTIGATION IN DEVELOPING SPEAKING SKILL (Destin Jessica Nelli, 2015)