Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
SITI BALQIS BARONA PUTRI, PENGARUH PENGGUNAAN BAKTERI BACILLUS SP. SEBAGAI MEDIA SELF – HEALING CONCRETE TERHADAP KUAT TARIK LENTUR PADA BETON ULTRA TINGGI. Banda Aceh Fakultas Teknik,2025

Beton dengan kuat tekan diatas 90 mpa sudah tergolong dalam beton ultra tinggi yang mempunyai karakteristik sebagai material yang sangat padat. namun, beton memiliki kekurangan yaitu bersifat getas dan memiliki kekuatan tarik yang rendah sehingga mudah mengalami keretakan. keretakan pada beton menyebabkan penurunan terhadap kekuatan dan daya tahannya. oleh karena itu, diperlukan solusi inovatif yang tidak hanya dapat meningkatkan kekuatan lentur pada beton tetapi juga memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri sendiri. pada penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengembangkan beton ultra tinggi yang mampu memperbaiki keretakan beton dengan sendirinya (self – healing concrete) dan melihat pengaruh bakteri genus bacillus sp. terhadap kuat tarik lentur. penelitian ini menggunakan material tambahan, superplasticizer, silica fume, dan bakteri bacillus sp. yang dienkapsulasi dengan tanah diatomae. persentase variasi bakteri yang digunakan adalah 0%; 0,5%; 0,6%; dan 0,7% dari berat semen. penelitian ini dilakukan di laboratorium konstruksi dan bahan bangunan departemen teknik sipil, fakultas teknik, universitas syiah kuala. benda uji yang digunakan berbentuk balok ukuran 100 × 100 × 400 mm yang diberi tulangan tarik 1 d10 mm dengan 12 benda uji sebagai tinjauan penelitian dan 2 benda uji sebagai kontrol pemberian beban 70% beban ultimit umur 7 hari untuk pemberian retak awal, dan kemudian dilakukan perawatan selama 28 hari untuk mengamati pengaruh bakteri dalam penyembuhan retak. dan selanjutnya dilakukan pengujian ultimit terhadap kuat tarik lentur. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase perbaikan retak beton selama 28 hari setelah diberi retak awal pada variasi 0%; 0,5%; 0,6%; dan 0,7% berturut – turut adalah 0%; %; 33,13%; 36,22%; dan 42,39%. hasil kuat tarik lentur rata – rata beton pada variasi bakteri 0%; 0,5%; 0,6%; dan 0,7% berturut – turut adalah 15,85 mpa ton, 16,06 mpa, 16,33 mpa, dan 16,19 mpa. hasil ini menunjukkan beton dengan penambahan bakteri bacillus sp. mengalami peningkatan kuat tarik lentur sebesar 4,3% dari beton tanpa bakteri.



Abstract

Concrete with a compressive strength above 90 MPa is classified as ultra-high-strength concrete, which has the characteristic of being a very dense material. However, concrete has a disadvantage in that it is brittle and has low tensile strength, making it prone to cracking. Cracks in concrete cause a decrease in strength and durability. Therefore, an innovative solution is needed that not only enhances the flexural strength of concrete but also possesses self-healing capabilities. This thesis aims to develop ultra-high-strength concrete capable of self-healing cracks (self-healing concrete) and to investigate the influence of Bacillus sp. bacteria on flexural tensile strength. This study uses additional materials, superplasticizers, silica fume, and Bacillus sp. bacteria encapsulated with diatomaceous earth. The percentage variations of bacteria used are 0%; 0.5%; 0.6%; and 0.7% of the cement weight. This study was conducted at the Construction and Building Materials Laboratory, Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Syiah Kuala University. The test specimens were rectangular prisms measuring 100 × 100 × 400 mm, reinforced with 1 D10 mm tensile reinforcement. Twelve specimens were used for the study, and two specimens were used as controls. A load of 70% of the ultimate load was applied at 7 days to induce initial cracking, followed by 28 days of curing to observe the effect of bacteria on crack healing. Subsequently, ultimate tensile flexural strength testing was conducted. The results of this study show that the percentage of crack repair in concrete over 28 days after initial cracking at variations of 0%; 0.5%; 0.6%; and 0.7% were 0%; 33,13%; 36,22%; and 42,39%, respectively. The average flexural tensile strength of concrete at bacterial concentrations of 0%, 0.5%, 0.6%, and 0.7% was 15.85 MPa, 16.06 MPa, 16.33 MPa, and 16.19 MPa, respectively. These results indicate that concrete with the addition of Bacillus sp. bacteria exhibits a 4.3% increase in flexural strength compared to concrete without bacteria.



    SERVICES DESK