Kabupaten pidie jaya berada di jalur sesar aktif pulau sumatra dan memiliki tingkat risiko tinggi terhadap gempa bumi. namun, aspek mitigasi gempa bumi belum terintegrasi dalam dokumen rencana tata ruang wilayah. penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kawasan prioritas mitigasi gempa bumi melalui integrasi analisis risiko gempa bumi dan satuan kemampuan lahan (skl) berbasis sistem informasi geografis (sig). metode yang digunakan adalah mix method, dengan analisis spasial berupa overlay antara peta risiko gempa bumi dengan tingkat kerentanan dari data kajian bencana provinsi aceh tahun 2022-2026 dan peta kemampuan lahan dari data rtrw kabupaten pidie jaya tahun 2014–2034. hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan dengan risiko gempa bumi tinggi dan kemampuan lahan tinggi (kelas d dan e) mencakup 91,32 km². kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan prioritas mitigasi dan merupakan kontribusi orisinal dalam penelitian ini, karena mengintegrasikan dua pendekatan spasial untuk penentuan lokasi pembangunan yang aman dan adaptif. peta akhir yang dihasilkan memberikan rekomendasi lokasi spesifik untuk diarahkan dalam revisi rtrw/rdtr serta mendukung penguatan kebijakan mitigasi berbasis spasial. temuan ini dapat dijadikan model perencanaan tata ruang berbasis risiko di wilayah rawan gempa bumi lainnya. kata kunci: sistem informasi geografi; aktivitas seismik; infrastruktur; kerentanan gempa bumi; kabupaten pidie jaya
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PRIORITAS MITIGASI GEMPA BUMI BERBASIS ANALISIS RISIKO DAN SATUAN KEMAMPUAN LAHAN (STUDI KASUS: KABUPATEN PIDIE JAYA). Banda Aceh Fakultas Pasca Sarjana,2025
Baca Juga : PEMETAAN ZONA POTENSI BAHAYA TSUNAMI BERBASIS DATA GEOSPASIAL DI KABUPATEN PIDIE BERDASARKAN PEMODELAN TSUNAMI 2004 (FITI NURHALIZA, 2025)
Abstract
Pidie Jaya Regency situated along a major active fault line on the island of Sumatra and is highly vulnerable to seismic hazards. However, earthquake mitigation measures have not yet been adequately integrated into the region’s spatial planning documents. This study aims to formulate earthquake mitigation priority areas by integrating seismic risk analysis and Land Capability Units (SKL), utilizing Geographic Information System (GIS) technology. A mixed-methods approach was adopted, with spatial analysis conducted through an overlay of earthquake risk maps—based on vulnerability levels from the Aceh Province Disaster Risk Assessment 2022–2026—and land capability data derived from the Pidie Jaya Spatial Planning Document for 2014–2034. The results indicate that areas classified as having both high seismic risk and high land capability (Class D and E) cover 91.32 km². These areas are designated as priority zones for mitigation and represent the original contribution of this research, which integrates two spatial approaches to identify safe and adaptive development areas. The resulting composite map provides specific location recommendations for spatial planning revisions and supports the enhancement of risk-sensitive development policies. This integrated model offers a transferable framework for other earthquake-prone regions aiming to align spatial development with disaster risk reduction objectives. . Keywords: geographic information system; seismic activity; infrastructure; earthquake vulnerability; Pidie Jaya district
Baca Juga : IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO TERHADAP BIAYA PROYEK REKONSTRUKSI PERUMAHAN PASCA GEMPA DI KABUPATEN PIDIE JAYA (YURIZAL CHAIRY, 2021)