Rantai pasok menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam pelaksanaan proyek konstruksi. kelancaran aliran rantai pasok konstruksi bergantung pada kemampuan perusahaan dalam mengantisipasi berbagai bentuk kerentanan selama pengelolaan rantai pasoknya. oleh karena itu, kapabilitas kesiapan diperlukan sebagai langkah awal dalam membangun sistem rantai pasok yang mampu beroperasi dengan baik, melalui analisis kapabilitas dalam mengantisipasi potensi kerentanan rantai pasok. faktor kapabilitas kesiapan terdiri dari 6 faktor yaitu efisiensi, penyebaran, kolaborasi, keamanan, kekuatan keuangan, dan antisipasi. studi ini dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 11 perusahaan kontruksi berkualifiksi besar di provinsi aceh. tahapan analisis dimulai dengan menghitung bobot kerentanan rantai pasok menggunakan analisis deskriptif untuk mendapatkan bobot wi, kemudian dilanjutkan dengan memberi skor relationship (rij) antara setiap faktor kapabilitas terhadap masing-masing indikator kerentanan dengan menggunakan metode quality function deployment (qfd) sehingga diperoleh nilai absolute importance (ai). hasil studi menunjukkan terdapat 3 (tiga) faktor kapabilitas yang menjadi prioritas yaitu faktor efisiensi dengan nilai ai sebesar 5,278, faktor kolaborasi dengan nilai ai sebesar 5,178, dan faktor penyebaran dengan nilai ai sebesar 5,119. faktor efisiensi sebagai upaya dalam mengurangi kelangkaan material dan pembengkakan biaya melalui pengurangan pemborosan dan pencegahan kegagalan. faktor kolaborasi berperan dalam mengurangi lemahnya manajemen anggota rantai pasok dan keterlambatan informasi. sedangkan faktor penyebaran memungkinkan distribusi cepat sumber daya, keputusan, dan informasi untuk mengurangi kelangkaan material dan lemahnya pengelolaan rantai pasok.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IDENTIFIKASI KAPABILITAS KESIAPAN DALAM MENGANTISIPASI KERENTANAN RANTAI PASOK KONSTRUKSI DI PROVINSI ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2025
Baca Juga : IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR KAPABILITAS RANTAI PASOK KONSTRUKSI PADA PROYEK STRATEGIS NASIONAL DI PROVINSI ACEH (Yumna Amirah Afra, 2023)
Abstract
The supply chain is a critical factor in the successful execution of construction projects. The smooth operation of the construction supply chain largely depends on a company’s ability to anticipate various types of vulnerabilities throughout the supply chain management process. Therefore, readiness capabilities are essential as an initial step in establishing a resilient and well-functioning supply chain system, particularly through the analysis of such capabilities in anticipating potential supply chain vulnerabilities. Readiness capabilities in this study are categorized into six key factors: efficiency, dispersion, collaboration, security, financial strength, and anticipation. The study was conducted through a questionnaire distributed to 11 large-qualified construction companies in Aceh Province. The analysis began with calculating the weight of supply chain vulnerabilities using descriptive analysis to obtain the proportion weight (Wi). This was followed by scoring the relationship (Rij) between each readiness capability factor and the vulnerability indicators using the Quality Function Deployment (QFD) method to generate the Absolute Importance (AI) values. The findings reveal three capability factors as top priorities: efficiency, with an AI value of 5.278; collaboration, with an AI value of 5.178; and dispersion, with an AI value of 5.119. The efficiency factor is crucial for mitigating material shortages and cost overruns by minimizing waste and preventing failure. The collaboration factor contributes to reducing weak management among supply chain members and delays in information flow. Meanwhile, the dispersion factor enables the swift distribution of resources, decision-making, and information to address material shortages and weak supply chain coordination.
Baca Juga : IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR KAPABILITAS RANTAI PASOK KONSTRUKSI PADA PROYEK BNAGUNAN AIR DI PROVINSI ACEH (Khairi Musfia, 2023)