Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Annis Fadila, INNOVATIVE GOVERNANCE BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL ACEH DALAM OPTIMALISASI PROGRAM DAPUR SEHAT ATASI STUNTING PADA GAMPONG LAM UJONG KECAMATAN BAITUSSALAM ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala,2025

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang menghambat tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kognitif, dan menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia di indonesia. sebagai upaya percepatan penurunan stunting, badan kependudukan dan keluarga berencana nasional (bkkbn) aceh meluncurkan program dapur sehat atasi stunting (dashat) sebagai bentuk inovasi tata kelola publik (innovative governance). penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana inovasi tata kelola diterapkan oleh bkkbn aceh dalam optimalisasi program dapur sehat atasi stunting di gampong lam ujong, kecamatan baitussalam, aceh besar, serta bagaimana implikasinya terhadap masyarakat. penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. teori yang digunakan adalah teori innovative governance (sangkala dalam tahir, 2015) yang mencakup lima indikator: layanan terintegrasi, desentralisasi, pemanfaatan kerjasama, pelibatan masyarakat, dan pemanfaatan teknologi. hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program dapur sehat atasi stunting cukup efektif dalam menurunkan risiko stunting melalui pemanfaatan sumber daya lokal, seperti daun kelor, serta keterlibatan aktif kader pkk, posyandu, dan tenaga kesehatan. namun demikian, pelaksanaan program belum sepenuhnya optimal karena masih minimnya kolaborasi dengan pihak swasta dan belum digunakannya aplikasi digital seperti bandit’d secara maksimal. rendahnya literasi digital dan belum adanya pelatihan menjadi kendala utama. oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas digital bagi pelaksana program di tingkat desa, serta pembukaan ruang kerja sama dengan sektor swasta guna memperkuat keberlanjutan dan efektivitas program dapur sehat atasi stunting. kata kunci: innovative governance, dapur sehat atasi stunting, badan kependudukan dan keluarga berencana nasional aceh



Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that hampers children’s physical and cognitive development, posing a major challenge to Indonesia’s human resource development. As part of the national strategy to accelerate stunting reduction, the National Population and Family Planning Board (BKKBN) of Aceh implemented the Healthy Kitchen to Overcome Stunting Program (DASHAT) as a form of public service innovation under the concept of innovative governance. This study aims to analyze how innovative governance is applied by BKKBN Aceh in optimizing the healthy kitchen to overcome stunting program in Gampong Lam Ujong, Baitussalam Sub-district, Aceh Besar, and to examine its implications for the community. This research uses a descriptive qualitative method with data collected through observations, in-depth interviews, and documentation. The theoretical framework is based on the innovative governance model (Sangkala in Tahir, 2015), which includes five key indicators: integrated services, decentralization, partnership collaboration, community involvement, and technology utilization. The results show that the program has been effective in reducing stunting risk through the utilization of local food resources, such as moringa leaves, and active involvement of PKK members, posyandu cadres, and health personnel. However, the implementation remains suboptimal due to the lack of private sector collaboration and the underutilization of digital tools such as the BANDIT’D application. Limited digital literacy and the absence of training are identified as the main barriers. Therefore, this study recommends increasing digital capacity at the village level and encouraging collaboration with the private sector to ensure sustainability and enhance the overall effectiveness of the Healthy Kitchen to Overcome Stunting program. Keywords: Innovative governance, Healthy Kitchen to Overcome Stunting, Aceh National Population and Family Planning Agenc



    SERVICES DESK