Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
EVA ASRIANTI, TINGKAT KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT KABUPATEN SIMEULUE DALAM MENGHADAPI BENCANA TSUNAMI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA. Banda Aceh Fakultas Teknik,2025

Pulau sumatera terletak pada zona megathrust yang terbagi menjadi lima segmen aktif, di mana dua di antaranya berada di sekitar kabupaten simeulue yang memiliki produktivitas tinggi terhadap frekuensi gempa bumi skala kecil maupun besar yang berpotensi memicu tsunami. kondisi ini menuntut masyarakat kabupaten simeulue untuk memiliki tingkat kesiapsiagaan yang memadai dalam menghadapi bencana tsunami. kesiapsiagaan masyarakat bersifat dinamis sehingga memerlukan pemantauan secara berkala guna memastikan keberlanjutannya. penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan masyarakat kabupaten simeulue berdasarkan empat parameter lipi-unesco/isdr, yaitu pengetahuan bencana, rencana tanggap darurat, peringatan dini, dan mobilisasi sumber daya, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. metode yang digunakan adalah mixed methods, dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang dipilih secara proportionate stratified random sampling dan dianalisis menggunakan analisis indeks. kemudian pendekatan kualitatif yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 5 narasumber kunci dianalisis menggunakan analisis tematik. hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat kabupaten simeulue didominasi oleh kategori hampir siap dengan nilai indeks diantara 54% hingga 64%. faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesiapsiagaan masyarakat berdasarkan hasil analisis tematik meliputi: keberadaan kearifan lokal smong dan pengalaman sebelumnya, keterbatasan infrastruktur bencana tsunami, evakuasi dengan pemahaman pengalaman sebelumnya, ketergantungan pada kearifan lokal, peringatan dini tradisional, keterbatasan peringatan dini berbasis teknologi, serta minimnya peran pemerintah dalam pengadaan sosialisasi. dengan demikian, upaya peningkatan kesiapsiagaan perlu difokuskan pada penyediaan infrastruktur evakuasi seperti tempat evakuasi, rambu, dan jalur evakuasi, serta penyelenggaraan sosialisasi dan edukasi yang merata dan berkelanjutan di seluruh kecamatan. kata kunci: kesiapsiagaan, kebencanaan, tsunami, lipi/unesco isdr 2006, simeulue



Abstract

Sumatra Island is located within a megathrust zone divided into five active segments, two of which are situated around Simeulue Regency. These segments have high seismic productivity, generating frequent small and large scale earthquakes that pose a significant tsunami threat. This condition requires the people of Simeulue Regency to maintain an adequate level of preparedness to face potential tsunami disasters. Community preparedness is dynamic and therefore requires regular monitoring to ensure its sustainability. This study aims to assess the level of community preparedness in Simeulue Regency using four LIPI-UNESCO/ISDR 2006 parameters: disaster knowledge, emergency response planning, early warning systems, and resource mobilization, as well as to identify the influencing factors. A mixed-methods approach was employed, combining a quantitative survey distributed to 100 respondents selected through proportionate stratified random sampling and analyzed using an index analysis. The qualitative approach was conducted through in-depth interviews with five key informants and analyzed thematically. The results indicate that the overall community preparedness level in Simeulue Regency predominantly falls within the “almost ready” category, with an index score ranging from 54% to 64%. The thematic analysis identified influencing factors, including the presence of local wisdom (smong) and past disaster experience, limited tsunami disaster infrastructure, evacuation relying on local knowledge, traditional early warnings, limited technology-based early warning systems, and minimal government engagement in outreach and education. Therefore, efforts to enhance preparedness should focus on improving evacuation infrastructure such as shelters, signs, and evacuation routes and implementing comprehensive and continuous public education and socialization programs across all districts. Keywords: Preparedness, Disaster, Tsunami, LIPI/UNESCO ISDR 2006, Simeulue



    SERVICES DESK