Rsud tapaktuan sebagai fasilitas kesehatan utama di aceh selatan memerlukan pasokan listrik yang handal dan berkelanjutan, khususnya untuk ruang-ruang kritis seperti icu, ruang operasi, dan radiologi. ketersediaan listrik dari pln yang kerap mengalami gangguan menjadi tantangan utama dalam menjaga kontinuitas pelayanan rumah sakit. penelitian ini mengusulkan solusi menggunakan sistem pembangkit listrik tenaga surya (plts) hybrid rooftop guna meningkatkan keandalan suplai listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pln. perancangan sistem ini dilakukan melalui simulasi menggunakan perangkat lunak matlab dan homer untuk menentukan konfigurasi sistem yang optimal. hasil simulasi menunjukkan bahwa kombinasi plts sebesar 131 kw, 34 unit baterai, dan inverter 132 kw mampu memenuhi kebutuhan dalam berbagai kondisi dengan emisi karbon jauh lebih rendah dibandingkan sistem berbasis pln murni. secara teknis dan ekonomi, sistem plts hybrid ini terbukti layak diimplementasikan, dengan nilai npc sebesar rp. 4.814.136.175, npv sebesar rp. 3.663.014.779, payback period selama 5 tahun dan coe sebesar rp.232,719 /kwh, serta waktu pengembalian investasi selama 6,6 tahun. sistem ini berhasil menjaga status soc baterai dalam batas aman selama siklus pengisian dan pengosongan harian, memastikan umur pakai komponen tetap terjaga. penelitian ini diharapkan menjadi referensi penting bagi perencanaan energi terbarukan di fasilitas layanan kesehatan serupa di indonesia.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STRATEGI PEMENUHAN DAYA BEBAN LISTRIK KRITIS RSUD TAPAKTUAN MENGGUNAKAN PLTS HYBRID ROOFTOP. Banda Aceh Fakultas Teknik (S1),2025
Baca Juga : STRATEGI OPERASI HIBRIDA PLTS DAN PLTA-PUMP STORAGE UNTUK MEMINIMALKAN EFEK INTERMITEN ENERGI SURYA (Aisha Dilla Putriyansa Panjaitan, 2024)
Abstract
RSUD Tapaktuan as the main health facility in South Aceh requires a reliable and sustainable electricity supply, especially for critical rooms such as ICU, operating room, and radiology. The availability of electricity from PLN, which often experiences interruptions, is a major challenge in maintaining the continuity of hospital services. This research proposes a solution using a hybrid rooftop Solar Power Plant (PLTS) system to increase the reliability of electricity supply while reducing dependence on PLN. The design of this system is done through simulations using MATLAB and HOMER software to determine the optimal system configuration. The simulation results show that the combination of 131 kW solar power plant, 38 battery units, and 132 kW inverter is able to meet 85.5% of annual energy demand with much lower carbon emissions than a pure PLN-based system. Technically and economically, this hybrid PLTS system proved to be feasible to implement, with an NPC value of Rp.664 million and COE of Rp.616.45\/kWh, and an investment payback period of 6.6 years. The system managed to keep the battery SOC status within safe limits during the daily charge and discharge cycles, ensuring that the component life is maintained. This research is expected to be an important reference for renewable energy planning in similar healthcare facilities in Indonesia.
Baca Juga : RANCANG BANGUN ALAT SINKRONISASI TEGANGAN, FREKUENSI, DAN SUDUT FASA SISTEM FOTOVOLTAIK DENGAN GRID/ JARINGAN PLN MENGGUNAKAN ARDUINO (M. Khairul Akbar, 2020)