Suatu studi deskriptif telah dilakukan dari bulan oktober 2004 sampai dengan awal desember 2004. studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh degradasi lahan akibat hilangnya vegetasi hutan pantai terhadap abrasi pantai dan sedimentasi, intrusi air laut dan salinitas serta kualitas 1ahan di kawasan pesisir pantai kota banda aceh. hasil studi telah dilakukan menunjukkan bahwa : (a) terjadi perubahan penggunaan lahan, terutama pengurangan sawah tadah hujan dan lahan kering, dan penambahan penggunaan lahan terutama pekarangan/ bangunan/halaman dan budidaya pertambakan, (b) beberapa sifat fisika tanah dan kimia tanah mempunyai kualitas lahan rendah sampai sedang, (c) terjadi penurunan kualitas dan degradasi lahan lakibat abrasi pantai dan sedimentasi, terutama di kawasan muara pantai cermin krueng ulee lheule di kecamatan meuraxa sampai pantai kuala gigieng di kecamatan syiah kuala, (d) terjadi [penurunan kualitas dan degradasi lahan akibat intrusi air laut yang mencapai 1.000 m dan salinitas 5,27 ms cm', dan (e) terjadi penurunan kualitas dan degradasi lahan seperti kerusakan ekosistem hutan mangrove, lahan pertanian dan perkebunan, budidaya perikanan serta kawasan pemukiman dan perkotaan. untuk meningkatkan kualitas dan menurunkan degradasi lahan di kawasan pesisir pantai kota banda aceh, agar diupayakan rehabilitasi dan konservasi lahan, terutama pembuatan jalur hijau (green belt) dan penerapan metode silvo-fishery dengan memperhatikan masukan dari pemerintah dan penduduk lokal setempat kata kunci: degradasi lahan, vegetasi hutan, kawasan pesisir pantai
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
DEGRADASI LAHAN AKIBAT HILANGNYA VEGETASI RUTAN DI KAWASAN PESISIR PANTAI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh prog. studi magister pertanian,2005
Baca Juga : EVALUASI KARAKTERISTIK LAHAN BUFFERZONE PESISIR PANTAI KOTA BANDA ACEH (Nesha Nataya, 2024)
Abstract
Baca Juga : KAJIAN SEBARAN ARAH DAN KECEPATAN ANGIN PADA HUTAN PANTAI DALAM UPAYA MITIGASI BENCANA ANGIN KENCANG DI KECAMATAN BAITUSSALAM ACEH BESAR (Bambang Arianto, 2016)