Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-disclosure dengan quarter-life crisis pada individu dewasa awal. quarter-life crisis merupakan periode krisis emosional yang umum terjadi pada usia 20–30 tahun, yang ditandai dengan kebingungan identitas, kecemasan masa depan, dan tekanan sosial. salah satu faktor yang dapat membantu individu mengatasi krisis ini adalah kemampuan untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan secara terbuka, atau yang disebut dengan self-disclosure. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan jumlah sampel sebanyak 344 responden berusia 20–35 tahun di kota banda aceh. instrumen yang digunakan adalah quarter-life crisis scale dan revised self-disclosure scale (rsds). analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi pearson. hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-disclosure dan quarter-life crisis (r = -0,461, p < 0,001). artinya, semakin tinggi tingkat keterbukaan diri seseorang, maka semakin rendah kecenderungan individu mengalami quarter-life crisis. temuan ini menunjukkan pentingnya pengembangan keterampilan komunikasi interpersonal sebagai bagian dari strategi koping dalam menghadapi tantangan masa dewasa awal. kata kunci: self-disclosure, quarter-life crisis, dewasa awal
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN SELF-DISCLOSURE DENGAN QUARTER-LIFE CRISIS PADA DEWASA AWAL. Banda Aceh Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Unsyiah,2025
Baca Juga : GAMBARAN REGULASI EMOSI DAN FASE QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Annisa Syakhira, 2023)
Abstract
This study aims to examine the relationship between self-disclosure and quarter-life crisis among emerging adults. A quarter-life crisis is an emotional crisis typically experienced by individuals aged 20 to 30, characterized by identity confusion, anxiety about the future, and social pressure. One factor that may help individuals cope with this crisis is their ability to express thoughts and emotions openly, known as self-disclosure. This research employed a correlational quantitative approach involving 344 participants aged 20–35 years residing in Banda Aceh. The instruments used were the Quarter-Life Crisis Scale and the Revised Self-Disclosure Scale (RSDS). Data were analyzed using Pearson correlation test. The findings revealed a significant negative correlation between self-disclosure and quarter-life crisis (r = -0.461, p < 0.001). This indicates that higher levels of self-disclosure are associated with lower tendencies to experience quarter-life crisis. These results underscore the importance of developing interpersonal communication skills as a coping strategy for navigating the challenges of emerging adulthood. Keywords: self-disclosure, quarter-life crisis, emerging adulthood
Baca Juga : HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA (FITRI MAGHFIRATI YURIZA, 2025)