Bycatch merupakan salah satu isu utama dalam aktivitas penangkapan ikan yang tidak selektif, terutama terhadap spesies hiu yang rentan terhadap eksploitasi berlebih. hiu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, namun banyak spesiesnya telah dikategorikan sebagai terancam punah oleh iucn akibat tingginya tingkat penangkapan, baik secara langsung maupun tidak sengaja. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil tangkapan sampingan (bycatch) hiu yang tertangkap menggunakan jaring insang di perairan lhok kuala daya, aceh jaya. pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui observasi hasil tangkapan nelayan, wawancara lapangan, serta data sekunder dari literatur ilmiah dan basis data konservasi seperti iucn dan cites. hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total tangkapan sebesar 286,4 kg, sebanyak 135,1 kg (47,17%) merupakan bycatch hiu. tiga spesies hiu yang tertangkap, yaitu sphyrna lewini, carcharhinus sorrah, dan chiloscyllium punctatum, memiliki status konservasi mulai dari rentan hingga sangat terancam punah, dengan dua di antaranya tercantum dalam apendiks ii cites. proporsi bycatch yang tinggi mencerminkan rendahnya selektivitas alat tangkap terhadap spesies target. temuan ini dapat menjadi dasar dalam perumusan strategi mitigasi bycatch hiu di aceh jaya dan wilayah pesisir lainnya. kata kunci: bycatch, hiu, jaring insang, konservasi, aceh jaya
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI HASIL TANGKAPAN SAMPINGAN (BYCATCH) HIU YANG TERTANGKAP DENGAN JARING INSANG DI PERAIRAN LHOK KUALA DAYA, ACEH JAYA. Banda Aceh FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2025
Baca Juga : KAJIAN HASIL TANGKAPAN SAMPINGAN (BYCATCH) ALAT TANGKAP JARING INSANG DI PERAIRAN LAM AWE, KECAMATAN PEUKAN BADA, KABUPATEN ACEH BESAR (Talcha Aqilla, 2023)
Abstract
Bycatch is a major issue in non-selective fishing practices, particularly affecting shark species that are vulnerable to overexploitation. Sharks play a crucial role in maintaining marine ecosystem balance, yet many species have been classified as threatened by the IUCN due to high capture rates, both targeted and incidental. This study aims to evaluate the bycatch of sharks caught using gillnets in the waters of Lhok Kuala Daya, Aceh Jaya. A quantitative descriptive approach was employed through field observations of fishers’ catches, interviews, and secondary data from scientific literature and conservation databases such as IUCN and CITES. The results showed that of the total catch of 286.4 kg, 135.1 kg (47.17%) consisted of shark bycatch. Three shark species were identified-Sphyrna lewini, Carcharhinus sorrah, and Chiloscyllium punctatum-with conservation statuses ranging from vulnerable to critically endangered, and two of them listed under CITES Appendix II. The high proportion of bycatch indicates the low selectivity of gillnets for target species. These findings can serve as a basis for formulating shark bycatch mitigation strategies in Aceh Jaya and other coastal regions. Keywords: bycatch, sharks, gillnets, conservation, Aceh Jaya
Baca Juga : TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN JARING INSANG DASAR (BOTTOM GILLNET) DI PESISIR DESA KRUENG RAYA KOTA SABANG (Rizka Maula, 2023)