Pengaruh terapi interpersonal untuk mengatasi depresi dan kecemasan pada anak binaan pemasyarakatan di banda aceh abstrak masalah kesehatan mental menjadi isu global yang mengkhawatirkan, terutama di kalangan remaja dan kelompok rentan, seperti anak binaan pemasyarakatan. tekanan hidup di lingkungan tertutup, keterbatasan dukungan sosial, serta minimnya akses layanan kesehatan jiwa menjadi faktor yang memicu munculnya gangguan psikologis, khususnya depresi dan kecemasan. salah satu terapi yang digunakan untuk mencegah depresi dan kecemasan pada anak binaan adalah terapi interpersonal pendekatan interpersonal dalam mengatasi masalah psikologis. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh terapi interpersonal dalam mengatasi depresi dan kecemasan pada anak binaan pemasyarakatan di banda aceh. penelitian menggunakan desain quasi eksperimen one group pre-post-test. sampel terdiri dari 33 responden yang diambil secara total sampling dan diberikan intervensi berupa terapi interpersonal selama 5 sesi. instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner data demografi, beck depression inventory (bdi-ii) untuk mengukur depresi dan beck anxiety inventory (bai) untuk mengukur kecemasan. hasil uji wilcoxon signed-rank test menunjukkan adanya pengaruh terapi interpersonal terhadap penurunan depresi dengan nilai (z= -3,764; p < 0,001) dan kecemasan (z= -1,732; p = 0,083). hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden (60,6%) pada kategori depresi sedang dan (66,7%) pada kategori kecemasan ringan. setelah intervensi, depresi menurun dengan 45,5% responden berada pada kategori minimal, sedangkan kecemasan ringan meningkat menjadi 87,9%. rata-rata skor depresi menurun dari 20,94 menjadi 13,79 dan kecemasan dari 17,27 menjadi 13,58. terapi interpersonal berpengaruh dalam menurunkan tingkat depresi dan memberikan perbaikan dalam menurunkan kecemasan anak binaan pemasyarakatan. terapi ini dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan non-farmakologis dalam praktik keperawatan jiwa untuk meningkatkan kesejahteraan mental remaja di lingkungan pemasyarakatan. kata kunci : terapi interpersonal, depresi, kecemasan, anak binaan daftar pustaka : 6 buku, 47 artikel, 7 sumber online (2004-2024)
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENGARUH TERAPI INTERPERSONAL UNTUK MENGATASI DEPRESI DAN KECEMASAN PADA ANAK BINAAN PEMASYARAKATAN DI BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Keperawatan (S2),2025
Baca Juga : PERBANDINGAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA SEBELUM DAN SESUDAH MENDAPATKAN TERAPI PEMBEDAHAN (MASTEKTOMI) DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH PERIODE SEPTEMBER-NOVEMBER 2014 (Yani Dwi Lestari, 2015)
Abstract
THE IMPACT OF INTERPERSONAL THERAPY ON REDUCING DEPRESSION AND ANXIETY AMONG JUVENILE INMATES AT THE CLASS II JUVENILE CORRECTIONAL FACILITY IN BANDA ACEH ABSTRACT Mental health has become a global concern, particularly among adolescents and vulnerable populations, such as juvenile inmates. Living in a closed environment with limited social support and restricted access to mental health services often contributes to the emergence of psychological disorders, particularly depression and anxiety. One of the therapeutic approaches used to prevent depression and anxiety in juvenile inmates is Interpersonal Therapy (IPT), which focuses on addressing psychological problems through interpersonal approaches. This study aims to identify the effects of Interpersonal Therapy on reducing depression and anxiety among juvenile inmates in Banda Aceh. A quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest method was employed. A total of 33 participants were recruited through total sampling. The intervention consisted of five IPT sessions. Data were collected using demographic questionnaires, the Beck Depression Inventory-II (BDI-II) to measure depression, and the Beck Anxiety Inventory (BAI) to assess anxiety levels. The Wilcoxon Signed-Rank Test revealed a significant effect of Interpersonal Therapy on reducing depression (Z = -3.764; p < 0.001) and a non-significant trend in reducing anxiety (Z = -1.732; p = 0.083). The results showed that prior to the intervention, most participants (60.6%) presented with moderate depression, and (66.7%) presented with mild anxiety. Following the intervention, the level of depression decreased, with 45.5% of participants falling into the minimal depression category, while mild anxiety increased to 87.9%. The average depression score decreased from 20.94 to 13.79, and the anxiety score from 17.27 to 13.58. Interpersonal Therapy was effective in reducing depression and contributed to improvements in anxiety among juvenile inmates. This therapy can be used as a non-pharmacological approach in psychiatric nursing to support adolescents’ mental well-being in correctional settings. Keywords : Interpersonal Therapy, Depression, Anxiety, Juvenile Inmates Referrence : 6 Books, 47 Articles, 7 Online Sources (2004–2024)