Tanaman kelor merupakan salah satu tanaman dengan kandungan nutrisi tinggi. bagian dari tanaman kelor yang memiliki kandungan nutrisi tinggi adalah daun kelor, karena memiliki kandungan protein, lemak, karbohidrat, dan serat yang tinggi. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk organik dan interval pemangkasan serta interaksi diantara kedua faktor terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kelor. penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan dan laboratorium hortikultura fakultas pertanian universitas syiah kuala. penelitian ini dimulai dari desember 2024 sampai mei 2025. rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan petak terbagi (rpt) dengan pola rancangan acak kelompok (rak) 4 x 3 yang terdiri dari 2 faktor perlakuan yang diteliti dengan 3 ulangan. faktor pertama sebagai petak utama adalah jenis pupuk organik yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa pupuk (kontrol), pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, pupuk kompos dan faktor kedua sebagai anak petak adalah interval pemangkasan yang terdiri dari 3 taraf yaitu pemangkasan pada umur 6 mspt, pemangkasan pada umur 8 mspt dan pemangkasan pada umur 10 mspt. hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kelor terbaik dijumpai pada perlakuan pupuk kandang sapi sedangkan hasil tanaman kelor terbaik dijumpai pada perlakuan pupuk kompos. pertumbuhan tanaman kelor terbaik dijumpai pada perlakuan pemangkasan pada umur 10 mspt dan hasil tanaman kelor dijumpai pada perlakuan pemangkasan pada umur 6 mspt. kombinasi jenis pupuk organik dan interval pemangkasan terbaik dijumpai pada perlakuan pupuk kandang sapi dengan interval pemangkasan pada umur 10 mspt.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH JENIS PUPUK ORGANIK DAN INTERVAL PEMANGKASAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KELOR (MORINGA OLEIFERA L). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025
Baca Juga : DAYA INTERAKSI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DENGAN PORPHYROMONAS GINGIVALIS ATCC 33277 TERHADAP PRODUKSI SENYAWA VOLATIL ORGANIK DAN OKSIGEN TERLARUT (NAFA MAZAYA, 2021)
Abstract
Moringa is one of the plants with high nutritional content. The part of the moringa plant that has high nutritional content is the moringa leaf, as it contains high levels of protein, fat, carbohydrates, and fiber. The objective of this study was to determine the effect of organic fertilizer type and pruning interval, as well as the interaction between the two factors, on the growth and yield of moringa plants. This study was conducted at the Experimental Garden and Horticulture Laboratory of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. The study was carried out from December 2024 to May 2025. The experimental design used was a Split-Plot Design (SPD) with a Randomized Block Design (RBD) pattern of 4 x 3, consisting of two treatment factors with three replications. The first factor as the main plot was the type of organic fertilizer, consisting of 4 levels: no fertilizer (control), cow manure, goat manure, and compost. The second factor as the subplot was the pruning interval, consisting of 3 levels: pruning at 6 MSPT, pruning at 8 MSPT, and pruning at 10 MSPT. The results showed that the best growth of moringa was observed in the cow manure treatment, while the best yield of moringa was observed in the compost treatment. The best moringa plant growth was observed in the pruning treatment at 10 MSPT, and the best moringa plant yield was observed in the pruning treatment at 6 MSPT. The best combination of organic fertilizer type and pruning interval was observed in the cow manure treatment with pruning at 10 MSPT.
Baca Juga : AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BATANG KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) (NABILA, 2024)