Pt pupuk iskandar muda (pim) adalah anak perusahaan pt pupuk indonesia (persero) yang berfokus pada produksi pupuk urea dan amonia. pabrik pim-1, yang berlokasi di lhokseumawe, aceh utara, memiliki kapasitas produksi amonia sebesar 330.000 ton per tahun dan urea sebesar 570.000 ton per tahun. pabrik ini dibangun pada tahun 1982 hingga 1984 dan diresmikan pada tanggal 20 maret 1985. dalam upaya menjaga keberlanjutan operasional pabrik dan mendukung ketahanan pangan nasional, pim menghadapi tantangan dalam pengelolaan persediaan suku cadang. permasalahan utama meliputi tingginya jumlah suku cadang yang dikelola dan fluktuasi permintaan yang tidak menentu, baik intermittent maupun lumpy. hal ini menyebabkan terjadinya penimbunan persediaan dan kekurangan material yang sering digunakan. untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penelitian dengan mengklasifikasikan suku cadang berdasarkan metode multi-criteria analysis yang mempertimbangkan faktor kritikal terkait pemeliharaan dan logistik. dari 33 item suku cadang yang dianalisis, 5 item termasuk dalam kategori high (persediaan material dibutuhkan), 18 item kategori medium sedangkan 10 item lainnya termasuk kategori low (non-stock). selanjutnya, dilakukan perhitungan forecasting untuk 23 item kategori high dan medium dengan menggunakan tiga metode, yaitu single exponential smoothing (ses), syntetos boylan approximation (sba), dan croston. hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode ses memiliki nilai error paling kecil dengan rata-rata 5, dibandingkan dengan sba (7) dan croston (9). penerapan metode ini menghasilkan efisiensi persediaan sebesar 25%, dengan estimasi biaya persediaan tahun 2025 yang sebelumnya sebesar rp 11, 227 miliar menjadi rp 8,391 miliar. hal ini menunjukkan pentingnya penerapan metode yang tepat dalam pengelolaan suku cadang untuk mendukung kelancaran operasional pabrik dan mencapai tujuan perusahaan kata kunci: inventori suku cadang, multi-criteria analysis, forecasting, single exponential smoothing (ses
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
KLASIFIKASI SUKU CADANG PADA CO₂ KOMPRESSOR PABRIK PIM-1 MENGGUNAKAN INTEGRASI METODE MULTI-CRITERIA ANALISIS DAN PENENTUAN MODEL FORECASTING DENGAN METODE RNSINGLE EXPONENTIAL SMOOTHING RN(STUDI KASUS : PT PUPUK ISKANDAR MUDA). Banda Aceh Program Studi Magister Teknik Industri Unsyiah,2025
Baca Juga : ANALISIS METODE EXPONENTIAL SMOOTHING (Rizky Fadhillah, 2021)
Abstract
PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), a subsidiary of PT Pupuk Indonesia (Persero), plays a pivotal role in supporting national food security through the reliable operation of its fertilizer plants. Effective spare parts inventory management is crucial to ensure uninterrupted plant operations. However, challenges arise due to the high volume of spare parts managed and the intermittent or lumpy nature of demand. Inefficient inventory management has led to stockpiling of certain items and shortages of frequently used materials. This study aims to classify spare parts used in the CO₂ Compressor of PIM-1 Plant using a multi-criteria analysis method, considering critical factors related to maintenance and logistics. The classification categorizes spare parts into three groups: high, medium, and low. Out of 33 spare parts analyzed, 5 items were classified as high priority (requiring stock), 18 items were classified as medium priority, while 2 items were classified as low priority (non-stock). Forecasting for the 23 high and medium-priority items was conducted using three methods: Single Exponential Smoothing (SES), Syntetos-Boylan Approximation (SBA), and Croston. The forecasting errors were evaluated using the MEachn Absolute Deviation (MAD). The results indicated that SES yielded the smallest error with an average MAD of 5, compared to SBA (7) and Croston (9). Implementing this approach resulted in a 25% reduction in inventory costs, decrEachsing the estimated inventory cost for 2025 from IDR 11,227 billion to IDR 8,391 billion. This demonstrates the importance of applying appropriate methods in spare parts management to enhance operational efficiency and support the company's objectives. Keywords: Spare parts inventory, multi-criteria analysis, forecasting, Single Exponential Smoothing (SES)
Baca Juga : PENERAPAN METODE EXPONENTIAL SMOOTHINGRNDALAM MEMPREDIKSI KUNJUNGAN WISATAWAN RNMANCANEGARA KE INDONESIA (ASMANIDAR, 2022)