Abstrak dampak trauma akibat tsunami 2004 di banda aceh masih memengaruhi kesehatan mental masyarakat hingga kini, dengan tingginya prevalensi ptsd, kecemasan, dan depresi. sayangnya, stigma terhadap gangguan mental menghambat individu untuk mencari bantuan. perancangan art therapy center di banda aceh ini menggunakan pendekatan konsep healing environment, yang mengintegrasikan elemen alami seperti pencahayaan alami, vegetasi, dan ruang terbuka hijau untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung penyembuhan. fasilitas yang dirancang meliputi ruang terapi seni, workshop, ruang pameran, dan taman. desain ini diharapkan dapat membantu proses pemulihan mental, meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental, mengurangi stigma, dan memberikan pengalaman terapeutik yang menyenangkan. kata kunci: art therapy center, kesehatan mental, healing environment, banda aceh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANCANGAN ART THERAPY CENTER DI BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik - Arsitektur,2025
Baca Juga : GAMBARAN KUALITAS TIDUR PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAITUSSALAM (RINDA YUNIZA, 2025)
Abstract
ABSTRACT The trauma caused by the 2004 tsunami in Banda Aceh continues to impact the community's mental health, with high prevalence rates of PTSD, anxiety, and depression. Unfortunately, mental health stigma prevents individuals from seeking help. The design of the Art Therapy Center in Banda Aceh adopts Healing Environment approach, integrating natural elements such as natural lighting, vegetation, and green open spaces to create a comfortable and healing environment. The facilities include art therapy rooms, workshops, exhibition spaces, and garden. This design aims to support mental recovery, raise public awareness about mental health, reduce stigma, and provide a pleasant therapeutic experience. Keywords: Art Therapy Center, mental health, Healing Environment, Banda Aceh.
Baca Juga : PERANCANGAN ART THERAPY CENTER DI BANDA ACEH (NADILLA DINDA AZAHRA, 2025)