Jembatan gantung adalah struktur yang ditopang kabel baja utama yang menggantung dari dua menara tinggi di ujungnya. sementara itu, jembatan pejalan kaki dirancang khusus untuk pejalan kaki. jembatan gantung pejalan kaki sebagai akses aman dan efisien, sekaligus memangkas waktu tempuh dan meningkatkan konektivitas antar wilayah. saat ini, warga lambhuk dan lamseupeung terpaksa memutar jauh karena ketiadaan penghubung langsung, sehingga harus melalui rute padat atau jalur tak aman. sebagai solusi, dirancang pembangunan jembatan gantung khusus pejalan kaki dengan bentang utama 80meter bertipe rigid simetris. jembatan ini tidak hanya diharapkan mampu meningkatkan konektivitas, tetapi juga mendukung pengembangan wisata religi. pelaksanaan magang pada proyek ini bertujuan untuk mengenal langsung dunia kerja, melatih kemampuan berinteraksi, menerapkan pengetahuan akademik di lapangan, serta meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab. dalam konteks magang ini, pemahaman terhadap proyek mencakup peninjauan dokumen teknis seperti gambar kerja dan spesifikasi material serta detail metode pekerjaan pondasi bore pile blok angkur, pekerjaan abutment blok angkur dan pemasangan blok angkur resin wire rope yang berdiameter 53 mm. aspek sistem manajemen keselamatan konstruksi (smkk) juga menjadi perhatian utama dalam observasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan. rencana kurva s serta rehabilitasi jembatan eksisting. pembangunan jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat secara signifikan, menghemat waktu perjalanan, dan memajukan potensi pariwisata religi di kota banda aceh
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PEMBANGUNAN JEMBATAN GANTUNG GP. LAMSEUPEUNG – GP. LAMBHUK (RIGID SIMETRIS, BENTANG 80 METER)RNKOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik (D3),2025
Baca Juga : PENGARUH VARIASI TIPE RANGKA TERHADAP LENDUTAN JEMBATAN RANGKA BAJA (Munirul Hady, 2024)
Abstract
A suspension bridge is a structure supported by main steel cables suspended from two tall towers at the ends. Meanwhile, a pedestrian bridge is specifically designed for pedestrians. Pedestrian suspension bridges provide safe and efficient access, while also reducing travel time and improving connectivity between regions. Currently, residents of Lambhuk and Lamseupeung are forced to take long detours due to the lack of direct connections, requiring them to use congested or unsafe routes. As a solution, a pedestrian-only suspension bridge with an 80-meter main span and a rigid symmetrical type was designed. This bridge is not only expected to improve connectivity but also support the development of religious tourism. The internship on this project aims to gain first-hand exposure to the world of work, practice interpersonal skills, apply academic knowledge in the field, and enhance discipline and responsibility. In the context of this internship, understanding the project includes reviewing technical documents such as working drawings and material specifications, as well as detailed work methods for the bore pile foundation for anchor blocks, the work on anchor block abutments, and the installation of 53 mm diameter resin wire rope anchor blocks. The Construction Safety Management System (SMKK) aspect is also a primary focus in observing the implementation of work in the field. The S-Curve Plan and the rehabilitation of the existing bridge. The construction of this bridge is expected to significantly increase public mobility, save travel time, and advance the potential for religious tourism in Banda Aceh City.