Kepemimpinan inovatif memiliki peran yang sangat penting dalam mengatasi tantangan rendahnya literasi numerasi di indonesia, termasuk di madrasah aliyah. kepala madrasah sebagai pemimpin harus mampu merancang dan mengimplementasikan metode pembelajaran yang lebih inovatif, mengintegrasikan literasi dan numerasi dengan pendekatan yang lebih aplikatif dan menyentuh kehidupan nyata siswa sehingga meningkatkan kualitas pendidikan. penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran kepemimpinan inovatif dalam meningkatkan budaya literasi numerasi di madrasah aliyah di kabupaten aceh besar. metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. subjek penelitian yaitu kepala sekolah dan guru dari madrasah aliyah aceh besar. analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk menghasilkan temuan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah di aceh besar telah menerapkan strategi inovatif dalam membangun budaya literasi dan numerasi melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang adaptif dan kolaboratif. pada tahap perencanaan, budaya literasi dikembangkan melalui kegiatan membaca harian, perpustakaan mini, dan integrasi dalam mata pelajaran, sementara strategi numerasi diterapkan dengan permainan logika dan pemecahan masalah nyata. dalam pelaksanaan, kepala madrasah berperan sebagai fasilitator yang mendorong penggunaan metode inovatif dan teknologi. evaluasi menunjukkan perbedaan tingkat kemampuan siswa, serta tantangan seperti keterbatasan waktu, sumber daya, dan fasilitas. berdasarkan hasil evaluasi literasi dan numerasi capaian kemampuan siswa di tiga sekolah di aceh besar menunjukkan variasi tingkat kemampuan. man 3 aceh besar dan man 4 aceh besar masing-masing memiliki kemampuan literasi sebesar 46,67% dan 53,33%, serta kemampuan numerasi sebesar 44,44% dan 55,56%, dengan kategori keseluruhan berada pada tingkat sedang. sementara itu, mas riab aceh besar menunjukkan capaian yang jauh lebih tinggi, dengan kemampuan literasi mencapai 95,56% dan numerasi 91,11%, sehingga masuk dalam kategori baik. kata kunci : kepemimpinan inovatif, literasi numerasi, kualitas pendidikan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
KEPEMIMPINAN INOVATIF KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI BUDAYA LITERASI NUMERASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN PADARNMADARASAH ALIYAH DI KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Pasca Sarjana,2025
Baca Juga : NILAI-NILAI BUDAYA ACEH DAN PERILAKU KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH ( ANALISIS PERILAKU KEPEMIMPINAN DALAM KEHIDUPAN SEKOLAH) (RIDHWAN A. HAMID, 2025)
Abstract
Innovative leadership plays a crucial role in addressing the challenges of low numeracy literacy in Indonesia, including in Madrasah Aliyah (Islamic High Schools). As leaders, the principals are required to design and implement more innovative learning methods that integrate literacy and numeracy with practical and real-life approaches to enhance educational quality. This study aimed to describe the role of innovative leadership in fostering a culture of numeracy literacy at Madrasah Aliyah in Aceh Besar Regency. The research employed a qualitative descriptive approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects included school principals and teachers from Madrasah Aliyah in Aceh Besar. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing to produce valid and accountable findings. The results indicated that the principals in Aceh Besar have applied innovative strategies to develop a culture of literacy and numeracy through adaptive and collaborative planning, implementation, and evaluation. In the planning phase, literacy culture was developed through daily reading activities, mini libraries, and subject integration, while numeracy strategies included logic games and real-world problem-solving. During implementation, principals acted as facilitators, encouraging the use of innovative methods and technology. The evaluation revealed variations in students' abilities and identified challenges, such as limited time, resources, and facilities. Based on the evaluation of literacy and numeracy outcomes in three schools in Aceh Besar, there were notable differences in student abilities. Islamic State Senior High School 3 Aceh Besar and Islamic State Senior High School 4 Aceh Besar had literacy abilities of 46.67% and 53.33% and numeracy abilities of 44.44% and 55.56%, respectively, which were categorized as moderate. Meanwhile, RIAB Private Islamic Senior High School Aceh Besar demonstrated significantly higher achievements, with literacy reaching 95.56% and numeracy 91.11%, categorized as good. Keywords: Innovative Leadership, Numeracy Literacy, Educational Quality
Baca Juga : KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI I LANGSA (Rachmatsyah, 2025)