Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Iqbal Manani, PENGERINGAN BUAH ALPUKAT (PERSEA AMERICANA) DENGAN MENGGUNAKAN OVEN DAN MICROWAVE. Banda Aceh Fakultas Teknik (S2),2025

Alpukat (persea americana) mengandung fitokimia lipofilik dan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan, namun mudah mengalami pembusukan yang menurunkan nilai jualnya. pengeringan merupakan metode pascapanen yang efektif untuk memperpanjang umur simpan alpukat dengan mengurangi kelembapan dan aktivitas mikroorganisme. berdasarkan berbagai literatur, beberapa proses pengeringan telah berhasil dikembangkan, salah satunya adalah proses konvektif (oven drying) dan gelombang mikro (microwave). tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji pengaruh metode pengeringan dan mempelajari kinetika pengeringan buah alpukat guna menentukan proses yang tepat dalam memperpanjang umur simpan buah alpukat, serta menganalisis pengaruh metode pengeringan terhadap rendemen minyak yang dihasilkan. pada penelitian ini, sampel buah alpukat yang potong dadu dengan ukuran 1.5 cm × 1.5 cm dikeringkan menggunakan metode oven drying dengan suhu (40 dan 60 ℃), microwave daya low (300 watt) dan medium (400 watt) dan kombinasi metode oven-microwave. hasil akhir yang ditinjau adalah kadar air, kinetika pengeringan, karakteristik mikroskopis dan pengaruh pengeringan terhadap yield minyak alpukat. hasil menunjukkan waktu pengeringan tercepat dicapai dengan microwave (10–60 menit), sementara oven memerlukan waktu lebih lama (400–1.500 menit). model page paling sesuai untuk pengeringan oven, sedangkan model aghbashlo terbaik untuk microwave, dengan konstanta pengeringan tertinggi (k = 1,1360) pada microwave 400 watt. sem menunjukkan kerusakan minimal pada metode oven. microwave menghasilkan waktu pengeringan lebih singkat dengan kerusakan minimal. rendemen minyak tertinggi (41,49%) diperoleh dari kombinasi oven 60 °c dan microwave 400 watt, sementara oven 60 °c dan microwave 400 watt masing-masing menghasilkan rendemen 27,8% dan 38,43%. kata kunci : buah alpukat, oven drying, microwave, kinetika pengeringan dan rendemen minyak alpukat.



Abstract

Drying (oven drying) and microwave drying. This study aims to examine the effect of different drying methods and to investigate the drying kinetics of avocados in order to determine the most suitable process for extending shelf life, as well as to analyze the effect of these methods on oil yield. In this research, diced avocado samples (1.5 cm × 1.5 cm) were dried using oven drying at 40 °C and 60 °C, microwave drying at low (300 watts) and medium (400 watts) power, and a combination of oven-microwave methods. The final parameters observed were moisture content, drying kinetics, microscopic characteristics, and the impact of drying on avocado oil yield. The results showed that the shortest drying time was achieved with microwave drying (10–60 minutes), while oven drying required a longer time (400–1,500 minutes). The Page model best represented the oven drying process, whereas the Aghbashlo model was most suitable for microwave drying, with the highest drying constant (k = 1.1360) observed at 400 watts. SEM analysis indicated minimal structural damage with the oven drying method. Microwave drying resulted in shorter drying times with minimal damage. The highest oil yield (41.49%) was obtained from a combination of oven drying at 60 °C and microwave drying at 400 watts, while individual oven drying at 60 °C and microwave drying at 400 watts yielded 27.8% and 38.43%, respectively. Key words : avocado fruit, oven drying, microwave, drying kinetics and avocado oil yield.



    SERVICES DESK