Stunting merupakan gangguan pertumbuhan fisik pada anak di bawah usia lima tahun yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. tingginya prevalensi stunting di indonesia mendorong pemerintah untuk melakukan berbagai upaya penanggulangan melalui penerbitan regulasi, pemberdayaan masyarakat, serta pelaksanaan program-program yang tepat sasaran. di kecamatan seunagan timur, upaya tersebut diwujudkan melalui program penurunan stunting yang dilaksanakan dengan menjadikan puskesmas uteun pulo sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat. puskesmas ini menghadirkan berbagai program intervensi seperti pemberian makanan tambahan (pmt), orang tua asuh (go start), program pemberian 1.000 telur, serta layanan posyandu sebagai bagian dari strategi penanganan stunting secara menyeluruh. studi ini berfokus pada constraints yang dihadapi oleh tenaga kesehatan puskesmas uteun pulo sebagai interventor program penurunan stunting dan perilaku masyarakat dalam pelaksanaan program stunting di seunagan timur, nagan raya, di mana data terkini menunjukkan penurunan kasus stunting dari 1.494 pada tahun 2022 menjadi 360 pada tahun 2024. penelitian ini menggunakan teori strukturasi dari anthony giddens dengan pendekatan studi kasus kualitatif, menganalisis constraints yang dihadapi oleh agen pelaksana program serta agen penerima manfaat dan strategi mereka untuk mengatasi constraints tersebut. temuan utama mengungkapkan bahwa persepsi masyarakat dan norma budaya secara signifikan memengaruhi penerimaan intervensi kesehatan, karena banyak keluarga menolak informasi baru yang bertentangan dengan kepercayaan lama tentang kesehatan anak. studi ini menyoroti pentingnya komunikasi yang efektif dan pendekatan yang disesuaikan dalam melibatkan masyarakat, menekankan perlunya pendidikan dan dukungan berkelanjutan untuk menumbuhkan pemahaman dan partisipasi dalam program kesehatan. pada akhirnya, penelitian ini bertujuan untuk berkontribusi pada literatur tentang intervensi kesehatan masyarakat dan peran struktur sosial dalam membentuk hasil kesehatan, memberikan wawasan untuk meningkatkan inisiatif pengurangan stunting di masa mendatang. kata kunci: program penurunan stunting, constraints, upaya agen
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISA TERHADAP PROGRAM PENURUNAN STUNTING: TANTANGAN DAN UPAYA AGEN (STUDI KASUS PUSKESMAS UTEUN PULO KECAMATAN SEUNAGAN TIMUR KABUPATEN NAGAN RAYA). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,2025
Baca Juga : PERKEMBANGAN THARIQAT SYATTARIYAH DI DESA PEULEKUNG KECAMATAN SENAGAN TIMUR KABUPATEN NAGAN RAYA, 1972-2014 (Hasan Basri, 2016)
Abstract
Stunting is a physical growth disorder in children under the age of five caused by chronic malnutrition, especially in the first 1,000 days of life. The high prevalence of stunting in Indonesia has encouraged the government to make various efforts to overcome it through the publication of regulations, community empowerment, and the implementation of targeted programs. In Seunagan Timur District, these efforts are realized through a stunting reduction program implemented by making the Uteun Pulo Health Center a liaison between the government and the community. This health center presents various intervention programs such as Supplementary Food Provision (PMT), Foster Parents (Go Start), a program to provide 1,000 eggs, and Posyandu services as part of a comprehensive stunting management strategy. This study focuses on the obstacles faced by health workers at the Uteun Pulo Health Center as an interventor in the stunting reduction program and community behavior in implementing the stunting program in Seunagan Timur, Nagan Raya, where the latest data shows a decrease in stunting cases from 1,494 in 2022 to 360 in 2024. This study uses Anthony Giddens structuration theory with a qualitative case study approach, analyzing the constraints faced by program implementing agents and beneficiary agents and their strategies to overcome these constraints. Key findings reveal that community perceptions and cultural norms significantly influence the acceptance of health interventions, as many families reject new information that contradicts long-held beliefs about child health. The study highlights the importance of effective communication and tailored approaches in engaging the community, emphasizing the need for ongoing education and support to foster understanding and participation in health programs. Ultimately, this study aims to contribute to the literature on public health interventions and the role of social structures in shaping health outcomes, providing insights to improve future stunting reduction initiatives. Keywords: Stunting Reduction Program, Constraints, Agent Efforts
Baca Juga : KAJIAN FILOSOFI MOTIF RAGAM HIAS PADA PERANGKAT ADAT KEMATIAN DI DESA ALUE THO KECAMATAN SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA (Putri Maulida, 2023)