Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
DWIKA PUTRI, PERSEPSI PENGUNJUNG EKOWISATA TAMAN SAFARI GURUN PUTIH LESTARI DI KOTA JANTHO ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2025

Provinsi aceh memiliki potensi pariwisata alam dan budaya yang besar, termasuk destinasi berbasis ekowisata. salah satu destinasi ekowisata yang berkembang di aceh adalah taman safari gurun putih lestari (tsgpl), yang berlokasi di desa cucum, kota jantho, kabupaten aceh besar, dengan jarak sekitar 50 km dari pusat kota banda aceh. taman safari ini merupakan kebun binatang pribadi yang difungsikan sebagai lembaga konservasi ex-situ dan pusat penangkaran satwa langka, serta memiliki fungsi utama sebagai tempat konservasi, pendidikan, penelitian, dan rekreasi. tsgpl menjadi daya tarik wisata keluarga dan sekaligus tempat edukatif, khususnya bagi mahasiswa. permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah terkait persepsi pengunjung terhadap komponen-komponen pariwisata yang ada di tsgpl, yaitu daya tarik (attraction), fasilitas (amenities), aksesibilitas (accessibility), dan layanan penunjang (ancillary services). penilaian terhadap persepsi ini penting karena dapat menjadi tolok ukur dalam meningkatkan kepuasan dan loyalitas pengunjung serta mendukung keberlanjutan destinasi. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi pengunjung terhadap keempat komponen tersebut. penelitian dilakukan pada bulan juni 2024 selama 4 hari, dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. sampel diperoleh sebanyak 60 orang melalui teknik accidental sampling. pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala likert, serta diuji validitas dan reliabilitasnya. hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunjung tsgpl didominasi oleh perempuan (57%) dengan kelompok usia terbanyak 36–45 tahun (45%), mayoritas berasal dari banda aceh (45%), berpendidikan s1 (50%), dan telah menikah (80%). jenis pekerjaan terbanyak adalah pns (37%) dengan rata-rata pendapatan di atas rp3.000.000. sebagian besar pengunjung datang bersama keluarga (mayoritas satu kali kunjungan), dan 95% menyatakan ingin berkunjung kembali. persepsi terhadap daya tarik wisata seperti keasrian alam dan interaksi dengan satwa mendapat kategori “sangat baik”, dengan indeks hingga 96%. persepsi terhadap fasilitas dan layanan juga tergolong baik, meskipun terdapat masukan seperti kebersihan toilet. secara keseluruhan, tsgpl dipersepsikan positif oleh pengunjung, dan dapat terus dikembangkan dengan memperhatikan masukan pengunjung untuk menjamin kualitas dan keberlanjutan layanan wisata.



Abstract

The province of Aceh has great potential in natural and cultural tourism, including destinations based on ecotourism. One of the developing ecotourism destinations in Aceh is Taman Safari Gurun Putih Lestari (TSGPL), located in Cucum Village, Jantho City, Aceh Besar District, approximately 50 km from Banda Aceh. This safari park is a private zoo functioning as an ex-situ conservation institution and a breeding center for endangered wildlife. Its primary functions include conservation, education, research, and recreation. TSGPL serves as an attraction for family tourism and an educational site, especially for university students. The issue addressed in this study is visitors' perceptions of tourism components at TSGPL, namely attraction, amenities, accessibility, and ancillary services. Evaluating these perceptions is important as it can be a benchmark for improving visitor satisfaction and loyalty, as well as supporting the sustainability of the destination. This study aims to understand how visitors perceive these four components. The research was conducted over four days in June 2024, using a quantitative descriptive method. A total of 60 respondents were obtained through accidental sampling. Data collection was done using a Likert-scale questionnaire, tested for validity and reliability. The results show that the majority of TSGPL visitors were female (57%) in the age group of 36–45 years (45%), mostly from Banda Aceh (45%), with undergraduate education (50%), and married (80%). The most common occupation was civil servant (37%) with an average income above IDR 3,000,000. Most visitors came with family (mostly first-time visitors), and 95% expressed willingness to revisit. Perceptions of tourist attractions, such as the natural environment and wildlife interaction, received an “excellent” rating, with an index of up to 96%. Perceptions of facilities and services were also generally good, although suggestions were made, such as improving toilet cleanliness. Overall, TSGPL is positively perceived by visitors and can continue to develop by addressing visitor feedback to ensure the quality and sustainability of its tourism services.



    SERVICES DESK