Krueng meureudu memiliki luas daerah aliran sungai (das) sebesar 397,60 daerah hulu das krueng meureudu merupakan pegunungan, bagian tengah dan hilir umumnya berupa dataran rendah yang digunakan sebagai pemukiman dan persawahan. wilayah di das krueng meureudu sangat rawan terhadap bahaya banjir. penulisan ini bertujuan untuk memprediksi debit banjir terbesar dan penentuan waktu tercapainya debit puncak tersebut selama kejadian hujan, serta untuk mendapatkan suatu penanganan pengendalian banjir secara teknis. ruang lingkup penulisan meliputi penjelasan tentang penyebab banjir, analisis karakteristik das, analisa kondisi fisiografi sungai, perhitungan curah hujan areal, curah hujan rencana dan debit banjir rencana yang dihitung dengan analisis distribusi hujan jam-jaman. data curah hujan harian maksimum diperoleh dari tahun 1981-1996 dari stasiun meureudu (113b) yang berada didalam wilayah das krueng meureudu. pembangkitan data hujan dilakukan dengan metode bilangan acak sepanjang 50 tahun, selanjutnya dilakukan penyaringan data (data screening) untuk mengetahui kualitas data sebelum digunakan untuk analisis hidrologi. distribusi sebaran data dianalisis dengan distribusi normal, log normal, pearson tipe iii, log pearson tipe iii dan gumbel. uji distribusi digunakan uji chi-kuadrat dan uji smirnov-kolmogorov. curah hujan rencana dihitung sesuai dengan tipe sebaran yang didapat yaitu log pearson tipe lli. perhitungan distribusi hujan badai menggunakan durasi 6 , 7 , 8 dan 9 jam dengan kata ulang 2, 5, 10,25, 50 dan 100 tahunan, sehingga diperoleh hasil analisa debit banjir berdasarkan dari pola distribusi hujan jam jaman dengan kala ulang tersebut. hasil perhitungan memberikan debit banjir kritis (besar) adalah distribusi hujan 6 jam. besarnya debit dan waktu tercapainya puncak debit diketahui melalui perhitungan dengan menggunakan metode unit hydrograf snyder. hasil perhitungan perencanaan pengendaian banjir didasarkan pada debit banjir kala ulang 5 tahunan dengan hujan 6 jam sebesar 543 m3/dt. analisa penanggulangan banjir menggunakan alat bantu software program hec-ras yang menghasilkan penanganan pengendalian banjir dengan pembuatan tanggul setinggi 2,8 m pada tempat tertentu atau dengan alternatif lain melakukan pengerukan lebar sungai menjadi 40 m sepanjang sungai. kata kunci : unit hydrograf snyder, debit banjir, penanggulangan banjir.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
STUDI KARAKTERISTIK KEJADIAN DAN PENANGGULANGAN BANJIR KRUENG MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA. Banda Aceh Prog. Studi Magister Teknik Sipil,2010
Baca Juga : ANALISIS TINGKAT KINERJA BPBD KABUPATEN PIDIE DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR (SYAWALUDDIN, 2016)
Abstract
Baca Juga : PEMERIKSAAN KONTAMINASI BORAKS PADA BAKSO DAGING SAPI DI KABUPATEN PIDIE JAYA (RIZAL FUADI, 2015)