Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Cut Sukma Amelia, TOPONIMI NAMA-NAMA DESA DI KECAMATAN LHOKNGA ACEH BESAR: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK. Banda Aceh Fakultas FKIP (S2),2025

Cut sukma amelia. 2025. toponimi nama-nama desa di kecamatan lhoknga aceh besar: kajian antropolinguistik. tesis. universitas syiah kuala. di bawah bimbingan dr. drs. denni iskandar, m.pd., dan prof. drs. razali. m.pd. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nama-nama desa berdasarkan toponimi atau asal usul nama desa dan mendeskripsikan aspek penamaan di kecamatan lhoknga aceh besar kajian antrpolinguistik. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. data dalam penelitian ini adalah nama-nama desa pada 3 mukim di 12 desa dari 28 desa di kecamatan lhoknga. sumber data dalam penelitian adalah pakar ahli sejarah aceh, masyarakat desa, jurnal, arsip desa, buku, dan website. teknik analisis data, yaitu dengan mengumpulkan data langsung dari hasil wawancara oleh informan yang kemudian dianalisis berdasarkan aspek toponimi sesuai teori sudaryat. instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dan daftar pertanyaan kepada informan. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa. pertama, nama-nama desa pada 3 mukim di kecamatan lhoknga dapat dikategorikan berdasarkan sumber nama, yaitu asal nama dan asal bahasa. kategori asal nama meliputi kerajinan tangan, benda bersejarah, nama tanaman, lokasi, bangunan, kondisi dan fungsi geografisnya. kategori tersebut muncul karena asal-usul nama nama desa di kecamatan lhoknga berasal dari berbagai latar belakang, misalnya dari nama-nama tanaman yang tumbuh di sekitar sungai dan di sekitar tempat tinggal masyarakat. kategorisasi asal bahasa meliputi bahasa aceh dan bahasa indonesia. kategori asal bahasa muncul karena setiap nama desa memiliki latar belakang bahasa yang berbeda. kedua, toponimi nama berdasarkan penamaan apek. kategorisasi nama desa pada aspek toponim dari 12 desa tersebut, dibagi menjadi 3 aspek toponimi, yaitu aspek perwujudan, aspek komunitas dan aspek budaya. secara keseluruhan, aspek toponimi dari nama desa di wilayah lhoknga, yaitu aspek perwujudan seperti keadaan lingkungan alam, flora, latar rupa bumi, dan latar perairan sebanyak 8 desa. kemudian, aspek kemasyarakatan meliputi tempat interaksi sosial, yaitu sebanyak 3 desa, dan aspek budaya meliputi cerita yang dipercaya oleh masyarakat pada zaman dahulu (foklor) sebanyak 1 desa. kata kunci: toponimi, desa, makna penamaan, aspek penamaan



Abstract

ABSTRACT Cut Sukma Amelia. 2025. Toponymy of Village Names in Lhoknga District Aceh Besar: Anthropolinguistic Study. Thesis. Syiah Kuala University. Under the guidance of Dr. Drs. Denni Iskandar, M.Pd., and Prof. Drs. Razali. M.Pd. This study aims to describe village names based on toponymy or the origin of village names and describe the naming aspects in Lhoknga District, Aceh Besar Regency Anthropolinguistic Studies. The method used in this study is qualitative descriptive. The data in this study are the names of villages in 3 sub-districts in 12 villages out of 28 villages in Lhoknga District. The sources of data in the study are village communities, journals, village archives, books, and websites. The data analysis technique is by collecting data directly from the results of interviews by informants which are then analyzed based on toponymic aspects according to Sudaryat's theory. The research instrument is the researcher himself and a list of questions to the informant. The results of this study show that. First, the names of villages in the three sub-districts of Lhoknga sub-district can be categorized based on the source of the name, namely the origin of the name and the origin of the language. The origin category of the name includes handicrafts, historical objects, plant names, location, buildings, their geographical conditions and functions. These categories arise because the origin of the names of village names in Lhoknga District comes from various backgrounds, for example from the names of plants that grow around rivers and around people's residences. The categorization of language origin includes Acehnese and Indonesian. The category of language origin arises because each village name has a different language background. Second, toponymy of names based on apek naming. The categorization of village names in the toponymic aspect of the 12 villages, is divided into 3 toponymic aspects, namely the Embodiment Aspect, the Community Aspect and the Cultural Aspect. Overall, the toponymic aspects of the village names in the Lhoknga area, namely the manifestation aspects such as the state of the natural environment, flora, water background, and terrain background as many as 8 villages. Then, the community aspect includes the place of social interaction, which is as many as 3 villages, and the cultural aspect includes the story believed by the community in ancient times (Foklor) as many as 1 village. Keywords: Toponymy, Village, Meaning of Naming, Aspects of Naming

Baca Juga : LANSKAP LINGUISTIK PADA PAPAN NAMA TOKO DI ACEH BESAR (RAIHAN KHAIRUNNISA, 2025)



    SERVICES DESK